BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 di Aula BPSDM, Bandar Lampung, Rabu (20/5/26). Pelatihan yang berlangsung hingga 15–20 Agustus ini diikuti 30 peserta dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan sejumlah instansi vertikal.
Nilai Perekonomian Rp 533,8 Triliun, Tapi Kemiskinan Masih Tinggi
Dalam sambutannya, Rahmat mengungkapkan nilai perekonomian Lampung telah mencapai Rp533,8 triliun. Namun ia mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam menekan angka kemiskinan.
"Pemerintah belum sepenuhnya mampu membantu masyarakat secara maksimal," ujarnya.
Ia meminta seluruh jajaran segera melakukan langkah konkret agar kesejahteraan masyarakat meningkat. Menurutnya, ASN bukan hanya pelaksana, tetapi penentu arah dan kualitas sektor-sektor strategis pemerintahan.
Anak-Anak Lampung Kurang Protein, Padahal Sumber Melimpah
Rahmat menyoroti persoalan kurangnya asupan protein pada anak-anak di Lampung. Padahal provinsi ini memiliki kekayaan alam luar biasa di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
"Lemahnya pengelolaan menyebabkan potensi tersebut tidak termanfaatkan optimal. Jika tata kelola diperbaiki, saya yakin anak-anak Lampung dapat tumbuh lebih cerdas dan berkualitas," kata Rahmat.
Beragam komoditas unggulan disebut menjadi modal besar mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun tata kelola yang belum optimal menjadi kendala sehingga potensi tersebut belum sepenuhnya dirasakan.
Kolaborasi Pemprov dan Pemkab Jadi Kunci
Memasuki satu tahun masa jabatannya, Rahmat menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mengelola kekayaan daerah. Ia menyebut tugas pemerintah bukan sekadar menjalani rutinitas, tetapi menentukan masa depan 9 juta jiwa masyarakat Lampung.
"Transformasi birokrasi menjadi keharusan yang tidak bisa ditunda," ungkapnya.
30 ASN Ikuti Pelatihan dari Lima Provinsi
Kepala BPSDM Provinsi Lampung Drs. M. Alhusniriski melaporkan peserta pelatihan terdiri dari 10 ASN Pemerintah Provinsi Lampung, 10 ASN Kabupaten Tanggamus, 2 ASN Kabupaten Tulang Bawang, dan 1 ASN Kabupaten Way Kanan. Selain itu, terdapat peserta dari instansi vertikal masing-masing dari Kanwil Kemasyarakatan Provinsi Riau, Sumatera Utara, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. Satu peserta berhalangan hadir karena sakit.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta mampu mengembangkan kompetensi kepemimpinan, meningkatkan kapasitas kerja, serta menjadi penggerak utama dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah," tutup Riski.