BANDAR LAMPUNG — Enam wilayah di Provinsi Lampung akan menjadi arena pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032. Daerah yang disiapkan meliputi Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Pesisir Barat.
Bandar Lampung Jadi Pusat, Pesisir Barat untuk Selancar Ombak Besar
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan, Kota Bandar Lampung akan berfungsi sebagai pusat fasilitas utama. Sementara itu, Lampung Selatan direncanakan menggelar cabang aerosport, panahan, bola tangan, kriket, dan bisbol.
Untuk Kabupaten Pesawaran, pemerintah menyiapkan venue catur. Sedangkan Kabupaten Pringsewu akan menjadi lokasi dayung atau ski air. “Kabupaten Pesisir Barat difokuskan sebagai lokasi cabang olahraga selancar dengan dukungan ombak kelas dunia,” ujar Mirza, sapaan akrab gubernur, Sabtu (23/5/2026).
Perdana Jadi Tuan Rumah PON, Targetkan Percepatan Pembangunan
Ini menjadi kali pertama Lampung dipercaya menggelar pesta olahraga nasional terbesar. Penunjukan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut Mirza, penyelenggaraan PON LABA (Lampung–Banten) 2032 membawa semangat baru. “Semangat kolaborasi, semangat membangun olahraga, membentuk karakter masyarakat dan anak-anak muda Lampung, serta semangat pemerataan pembangunan infrastruktur menuju 2032,” jelasnya.
Ia menambahkan, ajang ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat Lampung.
Akomodasi dan Konektivitas: 353 Hotel hingga Tol Trans Sumatera
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyebut hasil peninjauan lapangan menunjukkan kesiapan Lampung saat ini sekitar 76 persen. Enam tahun ke depan dinilai cukup untuk penyempurnaan. “Lampung memiliki potensi besar, terutama untuk olahraga pantai dan olahraga air. Beberapa venue hanya membutuhkan renovasi ringan,” ujarnya.
Dari sisi akomodasi, Lampung memiliki sekitar 353 hotel, termasuk hotel berbintang. Sektor kesehatan didukung 229 unit rumah sakit, 1.501 dokter, hampir 8.000 perawat, dan sekitar 2.000 tenaga keolahragaan.
Konektivitas juga dinilai siap melalui Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Merak–Bakauheni yang beroperasi 24 jam, serta akses udara dari Bandara Soekarno-Hatta yang hanya memakan waktu sekitar 30 menit penerbangan.
Multiplier Effect: Pariwisata hingga UMKM Ikut Terdongkrak
Pemerintah Provinsi Lampung juga mempromosikan potensi pariwisata unggulan di wilayah penyelenggara, seperti Pantai Tanjung Setia, Pulau Pahawang, Taman Nasional Way Kambas, kebun raya, air terjun, hingga kawasan wisata keluarga.
Gubernur Mirza menegaskan, penyelenggaraan PON akan memberikan efek berganda bagi daerah. Mulai dari peningkatan kunjungan wisata, perputaran ekonomi lokal, penguatan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja di sektor jasa, transportasi, perhotelan, dan ekonomi kreatif.
“PON ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat pariwisata, mendorong UMKM naik kelas, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat jauh setelah PON selesai,” pungkas Mirza.