TANGGAMUS — Hujan deras yang mengguyur Kota Agung pada Sabtu malam tidak menyurutkan antusiasme warga menghadiri malam penutupan Pesta Rakyat Kabupaten Tanggamus 2026. Ribuan orang tetap bertahan di Taman Ir. Soekarno-Hatta hingga acara usai, menikmati penampilan Band Harmoni dan aksi panggung MC Mr Siluman (Yanto).
Acara yang berlangsung sejak 18 hingga 23 Mei 2026 ini digelar oleh panitia yang terdiri dari BEM STEBI Tanggamus dan didukung oleh Pemerintah Daerah setempat. Penutupan dilakukan langsung oleh Dr. H. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA., CMA., Rektor Institut Bakti Nusantara sekaligus pendiri Perguruan Tinggi STEBI Tanggamus.
Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pemberdayaan Ekonomi
Dalam sambutannya, Fauzi menegaskan bahwa Pesta Rakyat bukan sekadar ajang hiburan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku UMKM lokal. “Meskipun diguyur hujan lebat, alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan Pesta Rakyat dapat berjalan sukses,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Tanggamus, panitia, dan masyarakat. Fauzi berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengisi kegiatan produktif.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Satu Festival
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua BEM STEBI Tanggamus, Adha Ali Syahbana, menjelaskan bahwa festival ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa, pemuda, dan masyarakat. Selama sepekan, Taman Ir. Soekarno-Hatta tidak hanya menjadi pusat hiburan, tetapi juga menjadi ruang perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM.
Beragam kegiatan digelar, mulai dari bazar UMKM, donor darah, lomba mewarnai anak, hingga konser musik yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. “Kegiatan ini berhasil memadukan gerakan kepemudaan, pemberdayaan ekonomi lokal, aksi kemanusiaan, dan kreativitas masyarakat dalam satu festival terpadu,” ungkap Bana, sapaan akrabnya.
Donor Darah dan Lomba Mewarnai Jadi Daya Tarik Tersendiri
Selain panggung hiburan, aksi sosial berupa donor darah juga mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Panitia mencatat antusiasme warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini cukup tinggi selama enam hari penyelenggaraan.
Sementara itu, lomba mewarnai anak-anak menjadi salah satu agenda yang paling ramai. Orang tua tampak antusias mendampingi buah hati mereka, menjadikan area lomba sebagai pusat keramaian tersendiri di sela-sela panggung utama.
Pembina Panitia: Ini Awal bagi Pemuda untuk Bergerak
Pembina Panitia, Dauri Ruansyah, menilai bahwa tingginya antusiasme masyarakat meski diguyur hujan menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan warga Tanggamus. “Ini bukan akhir dari kegiatan, tetapi menjadi awal bagi pemuda untuk mengisi ruang-ruang strategis di Kabupaten Tanggamus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini membuka peluang usaha bagi UMKM dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Malam penutupan semakin meriah dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian door prize yang membuat suasana tetap hangat meski hujan terus turun.