BANDAR LAMPUNG — Prestasi akademik sempurna dan kepastian karier diraih oleh Amelia Elga Christine. Peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada wisuda ke-41 IIB Darmajaya, periode Ganjil 2025/2026.
Target IPK Sempurna dan Pekerjaan Sejak Awal Kuliah
Amelia mengaku sejak semester pertama telah memasang target ganda: lulus dengan nilai terbaik dan langsung bekerja. "Dari awal saya berkuliah, saya memang menetapkan target untuk menjadi lulusan dengan nilai yang terbaik. Puji Tuhan dengan penuh perjuangan dan dukungan dari orang terdekat, saya bisa mencapai target tersebut," ujarnya di Bandar Lampung, Jumat (22/5/2026).
Target itu tercapai. Ia menyelesaikan sidang skripsi pada 23 Februari 2026. Alih-alih menunggu waktu wisuda, Amelia langsung bergerak. "Setelah selesai sidang, dari pada menganggur di pagi–sore, sembari mengajar les, saya coba melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Puji Tuhan setelah melewati berbagai proses melamar kerja, saya diterima kerja sebagai accounting di perusahaan yang saya lamar," bebernya.
Dosen Profesional dan Materi Perkuliahan Jadi Bekal Utama
Menurut Amelia, kesiapan dirinya bersaing di dunia industri tidak lepas dari sistem pengajaran di IIB Darmajaya. Ia menilai materi perkuliahan sangat membantunya memahami akuntansi secara mendalam. "Dosen-dosen Akuntansi di Darmajaya sangat baik, sabar, dan profesional dalam mengajar, sehingga materi lebih mudah dipahami," tuturnya.
Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, kata dia, langsung terasa relevan saat menghadapi tugas-tugas di perusahaan. "Ilmu serta pengalaman yang saya peroleh selama perkuliahan juga sangat mendukung dan dapat mempermudah pekerjaan saya saat ini," tutupnya.
Komitmen Kampus Siapkan Lulusan untuk DUDI
Pencapaian Amelia menjadi bukti nyata komitmen IIB Darmajaya dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kampus yang berbasis di Bandar Lampung itu terus mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman dan kesiapan kerja sebelum resmi menyandang gelar sarjana.
Kisah Amelia menjadi contoh bagaimana perencanaan karier sejak awal perkuliahan, ditopang oleh kualitas pengajaran, dapat memangkas masa transisi antara kelulusan dan dunia kerja. Dengan IPK sempurna dan pengalaman kerja yang sudah dimulai, ia menjadi salah satu lulusan yang paling siap bersaing di tengah ketatnya pasar tenaga kerja saat ini. (**)