LAMPUNG — Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung panen raya udang di kawasan budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kunjungan itu, Kepala Negara ikut turun tangan menjaring udang bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Produktivitas tambak udang di lokasi tersebut mencapai 40 ton per hektar. Angka itu disebut sebagai salah satu yang tertinggi di dunia dan menjadi bukti keberhasilan budidaya udang berbasis kawasan di Indonesia.
Penyerapan Tenaga Kerja dan Rencana Replikasi
Tambak BUBK Kebumen saat ini telah menyerap 650 tenaga kerja lokal. Keberhasilan proyek percontohan itu mendorong pemerintah untuk mereplikasi model serupa di sejumlah daerah.
Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 2.000 hektar di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, 200 hektar di Gorontalo, dan 14.000 hektar di Pantura Jawa Barat. Perluasan ini diharapkan mendorong produksi udang nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Potensi Ekonomi dari Sektor Perikanan Budidaya
Keberhasilan tambak udang di Kebumen menunjukkan potensi besar sektor perikanan budidaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan produktivitas 40 ton per hektar, kawasan ini mampu bersaing dengan sentra produksi udang dunia seperti Ekuador dan India.
Model pengembangan berbasis kawasan dinilai lebih efektif dibandingkan tambak tradisional karena menerapkan teknologi modern dan manajemen yang terstandarisasi. Pemerintah berharap replikasi di daerah lain dapat berjalan cepat dengan dukungan investasi dan pendampingan teknis.