KALIANDA — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembentukan 260 Kelompok Desa/Kelurahan Kemandirian Masyarakat Produktif (KDKMP). Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menegaskan program ini menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dari sektor usaha mikro, pertanian, perikanan, hingga industri rumah tangga.
“Hingga saat ini sebanyak 260 KDKMP telah terbentuk di Kabupaten Lampung Selatan. Ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan semangat gotong royong dan keseriusan kita dalam membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan mandiri,” ujar Syaiful di Kalianda, Senin.
Desa Ruguk Jadi Titik Peresmian Nasional Koperasi Merah Putih
Program KDKMP ini semakin mendapat angin segar setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia pada Sabtu (16/5) lalu. Salah satu titik yang masuk agenda nasional itu berada di KDKMP Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.
Menurut Syaiful, keberadaan koperasi desa ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi warga. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi akses permodalan agar kelompok yang sudah terbentuk bisa berkembang secara berkelanjutan.
Dampak Langsung: Ekonomi Bergerak, Pembangunan Tumbuh Lebih Adil
“Kalau desa kuat, masyarakat akan tenang. Ketika ekonomi bergerak, pembangunan akan tumbuh lebih adil,” kata Syaiful.
Pemkab Lampung Selatan juga menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini melalui penguatan kelembagaan. Dengan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, daerah optimistis desa-desa di Lampung Selatan akan semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Hingga saat ini, dari 260 KDKMP yang terbentuk, sebagian besar bergerak di sektor pertanian dan perikanan yang menjadi potensi unggulan lokal. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan setiap kelompok agar tidak berhenti pada pembentukan awal saja.