LAMPUNG — Bursa Efek Indonesia memperluas komite penilai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dengan memasukkan unsur independen. Komite yang baru beranggotakan sembilan orang itu kini mencakup akademisi, pelaku pasar, hingga perwakilan investor, tidak lagi hanya dari kalangan Self-Regulatory Organization (SRO).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan perluasan keanggotaan komite HSC merupakan bagian dari penguatan tata kelola penyusunan metodologi penilaian saham yang terindikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi. Pengumuman disampaikan dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Senin (26/10/2026).
"Kami akan memperluas keanggotaan komite HSC. Anggota komite HSC saat ini hanya SRO, akan diperluas tidak hanya SRO, tetapi juga melibatkan pihak independen, baik dari pelaku pasar, akademisi, hingga perwakilan investor," ujar Jeffrey.
Sembilan Anggota, Dua Kursi untuk Direksi BEI
Komite HSC versi baru beranggotakan sembilan orang. Dua kursi diisi direksi BEI, lalu masing-masing satu direksi dari PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Sisanya ditempati perwakilan pelaku industri pasar modal, yakni Direktur Utama Mandiri Sekuritas dan perwakilan UBS Sekuritas Indonesia. Satu kursi diberikan kepada Ketua Umum Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG), Prof. Dr. Mardiasmo.
Mengapa Unsur Independen Masuk ke Komite
Penilaian saham HSC selama ini menjadi salah satu titik rawan di pasar modal Indonesia. Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi kerap punya likuiditas tipis dan harga mudah digerakkan oleh sedikit pemegang saham.
Metodologi penilaian yang disusun komite menentukan bagaimana BEI memperlakukan saham-saham tersebut, termasuk dalam hal pemantauan dan potensi masuk ke papan pemantauan khusus. Karena itu, komposisi penilai ikut menentukan kredibilitas hasilnya di mata investor.
Dengan menarik akademisi dan perwakilan investor ke dalam komite, BEI memindahkan sebagian proses penilaian keluar dari lingkaran SRO. Langkah ini mengurangi kesan bahwa bursa dan lembaga kliring serta kustodian menilai dirinya sendiri.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham HSC
Bagi investor yang memegang saham dengan kepemilikan terkonsentrasi, perubahan komite tidak otomatis mengubah status saham. Yang berubah adalah siapa yang merumuskan metodologi penilaian dan seberapa independen proses itu dijalankan.
Kehadiran perwakilan investor di komite memberi jalur bagi kepentingan pemegang saham minoritas untuk didengar lebih awal, sebelum keputusan penilaian diambil. Sementara keterlibatan akademisi memberi bobot akademik pada argumen metodologi yang selama ini banyak ditentukan kalangan praktisi.
BEI belum merinci kapan komite dengan komposisi baru mulai bekerja maupun apakah anggotanya akan berganti secara berkala. Yang jelas, perluasan ini menambah jumlah pihak yang harus sepakat sebelum sebuah saham dinilai memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi.