BANDAR LAMPUNG — Penghargaan Mandaya Award 2026 diberikan Kemenko PM kepada pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pesantren, badan usaha, komunitas, hingga individu yang dinilai memberi dampak nyata bagi masyarakat. Lampung keluar sebagai yang terbaik di kategori provinsi untuk penurunan kemiskinan.
Penyerahan berlangsung di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta. Hadir Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sejumlah kepala daerah, pimpinan lembaga, akademisi, pelaku usaha, dan penggerak pemberdayaan masyarakat dari berbagai wilayah.
Apa Itu Mandaya Award dan Mengapa Digelar
Mandaya Award merupakan bentuk pengakuan terhadap upaya berbagai pihak dalam memberdayakan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan. Penyelenggaraannya sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Lewat penghargaan ini, pemerintah mendorong penanggulangan kemiskinan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan. Penekanannya juga pada penguatan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya sendiri.
Kriteria Penilaian: Dampak Nyata, Bukan Besar Anggaran
Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan keberhasilan penanganan kemiskinan perlu dilihat dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Capaian itu lahir dari keterlibatan berbagai pihak yang bekerja langsung menjawab persoalan warga, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas di tingkat akar rumput.
"Bukan yang paling besar lembaganya, juga bukan yang paling mahal anggarannya, tapi yang paling diharapkan adalah siapa yang dampaknya nyata dan dibuktikan," kata Muhaimin Iskandar.
Pemerintah juga mendorong program pengentasan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, pesantren, dan lembaga sosial dibutuhkan agar masyarakat memperoleh akses lebih luas terhadap pendidikan, keterampilan, pembiayaan, dan kesempatan berusaha.
Tantangan Lampung: Perluas Lapangan Kerja dan Akses Layanan Dasar
Bagi Lampung, penghargaan ini menjadi dorongan untuk memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Namun tantangannya tidak berhenti pada mengurangi jumlah warga miskin.
Yang juga mendesak adalah memperluas kesempatan memperoleh pekerjaan, mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, dan mengakses layanan dasar. Penguatan pemberdayaan di wilayah perdesaan menjadi bagian penting dari agenda tersebut.
Potensi ekonomi lokal perlu didukung pendampingan, akses pasar, pengembangan usaha, dan keterlibatan berbagai pihak. Tujuannya agar masyarakat memperoleh manfaat lebih besar dari kegiatan ekonomi di lingkungannya.
Kemandirian Warga Jadi Target Akhir
Melalui kerja sama berkelanjutan, penanggulangan kemiskinan di Lampung diharapkan membuka peluang yang lebih merata. Sasaran akhirnya bukan sekadar membantu keluarga melewati kesulitan ekonomi.
Yang dibangun adalah kemandirian, agar masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dan berperan aktif dalam pembangunan daerah. Bagi Pemprov Lampung, Mandaya Award 2026 menjadi modal awal untuk menjaga laju penurunan kemiskinan di tahun-tahun berikutnya.