BANDARLAMPUNG — Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung memastikan pasokan padi tetap aman di tengah musim kemarau. Empat kabupaten dengan lahan rawa seluas 202 ribu hektare akan membackup produksi daerah yang terdampak kekeringan.
Plt Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan mengatakan lahan rawa itu tersebar di Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. Luasnya setara 60 persen dari total luas baku sawah Lampung yang mencapai 337.284 hektare.
Lahan Rawa Jadi Andalan Saat Kemarau
"Biasanya di kemarau ini mereka mulai tanam seperti di daerah Tulang Bawang, Mesuji dan di Lampung Selatan," ujar Endro Gunawan di Bandarlampung, Sabtu.
Karakteristik lahan rawa yang mampu menyimpan air di musim kering menjadi kunci utama. Saat sawah tadah hujan mulai mengering, petani di daerah rawa justru memulai masa tanam.
Program Optimalisasi untuk Jaga Produktivitas
Untuk menjaga produktivitas lahan rawa tetap terjaga, BRMP Lampung menjalankan program optimalisasi lahan (oplah) rawa. Kegiatan ini mencakup normalisasi saluran dan pintu-pintu air untuk mencegah banjir saat hujan tiba.
Upaya lain termasuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi dan memaksimalkan instalasi unit perpompaan. Partisipasi perkumpulan petani pemakai air (P3A), gabungan perkumpulan petani pengguna air (GP3A), kelompok tani (poktan), dan gabungan kelompok tani (gapoktan) juga digenjot.
Wilayah Terdampak Kekeringan Paling Awal
Secara umum, tiga daerah diprediksi terdampak kemarau lebih awal. Kabupaten Lampung Selatan menjadi yang pertama karena letaknya dekat dengan Jawa.
"Kemudian mulai bergeser ke Kabupaten Pringsewu dan Pesawaran, kemudian baru ke Lampung Tengah," tambahnya.
Meski begitu, produktivitas pertanian di Lampung Selatan masih bisa terjaga. Lahan rawa di daerah itu tetap berproduksi meski kekeringan melanda.
Wilayah yang Minim Terdampak
Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat menjadi daerah terakhir yang terdampak kemarau. Hujan masih turun di wilayah tersebut sehingga produksi padi bisa terselamatkan.
Namun keduanya bukan lumbung padi. Luas baku sawah Lampung Barat hanya 11 ribu hektare dan Pesisir Barat 7.900 hektare.
"Yang paling besar adalah Lampung Tengah seluas 69 ribu hektare, Lampung Timur 55 ribu hektare dan Mesuji, dan daerah ini masih bisa menyokong meski tidak optimal karena kemarau," jelas Endro.