LAMPUNG TIMUR — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, berjalan dramatis. Tim gabungan yang beranggotakan sekitar 200 personel harus berjibaku melawan medan sulit dan hembusan angin kencang selama lebih dari tiga jam sebelum akhirnya berhasil menjinakkan api.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyatakan titik api dinyatakan padam pada pukul 19.30 WIB, setelah operasi pemadaman dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi seluruh unsur yang diterjunkan ke lapangan.
"Alhamdulillah, titik api di kawasan Taman Nasional Way Kambas berhasil dipadamkan pada pukul 19.30 WIB. Personel gabungan bekerja maksimal untuk memastikan api tidak kembali meluas," kata Yuni saat dihubungi di Bandarlampung, Minggu.
Sinergi 200 Personel dari Polisi hingga Relawan
Operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan besar dari berbagai institusi. Personel yang dikerahkan berasal dari Polres Lampung Timur, Kodim 0429/Lamtim, Brimob Polda Lampung, Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP), petugas TNWK, BPBD, pemadam kebakaran, hingga relawan.
"Sekitar 200 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam penanganan karhutla ini," ujarnya.
Pembasahan Lahan Jadi Kunci Cegah Api Susulan
Meski api telah padam, seluruh personel belum diperbolehkan meninggalkan lokasi. Petugas saat ini masih fokus melakukan pembasahan lahan yang terbakar untuk memastikan bara api di dalam semak maupun material kering benar-benar mati.
Langkah ini dinilai krusial mengingat kondisi kawasan masih berpotensi mengalami kebakaran susulan apabila terdapat bara yang belum sepenuhnya padam. Kondisi angin kencang yang melanda wilayah tersebut juga berpotensi memicu kembali munculnya titik api dari percikan bara.
"Setelah api berhasil dipadamkan, personel langsung melakukan pembasahan di lokasi. Ini untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala dan mencegah munculnya kembali titik api," kata Yuni.
Patroli dan Penyisiran Kawasan Terus Dilakukan
Selain pembasahan, petugas TNWK juga melakukan penyisiran dan patroli di sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada titik api lain yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar di area taman nasional yang menjadi habitat gajah sumatera tersebut.
"Kami tetap melakukan pemantauan dan patroli. Tim TNWK menyisir kawasan untuk memastikan tidak ada titik api lain yang belum terdeteksi," pungkasnya.