LAMPUNG SELATAN — Warga Pulau Sebesi yang berada di dekat kawasan Gunung Anak Krakatau kini mulai membekali diri dengan masker. Bidan Desa Tejang Pulau Sebesi, Elies Permatasari, membagikan masker secara gratis kepada warga sebagai upaya membantu masyarakat melindungi diri dari paparan abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas gunung api tersebut.
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi yang dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah kepulauan dekat gunung api itu.
Warga Diimbau Pakai Masker Saat Hujan Abu
Elies mengajak masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama apabila terjadi hujan abu atau kondisi udara berdebu. Imbauan ini disampaikan langsung di tengah aktivitas warga di Pulau Sebesi, Rabu (19/8/2026).
Selain membagikan masker, petugas kesehatan turut mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan segera membersihkan abu yang menempel di sekitar rumah dengan cara yang aman agar tidak kembali terhirup.
Langkah Pencegahan Gangguan Kesehatan
Upaya tersebut menjadi bagian dari pelayanan kesehatan sekaligus langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik. Warga Pulau Sebesi diharapkan tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta petugas terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya setelah terpapar abu vulkanik.
Aktivitas Erupsi Meningkat dalam Beberapa Hari Terakhir
Aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (17/8/2026), gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut tercatat mengalami 20 kali erupsi dalam sehari.
Dalam rangkaian aktivitas tersebut, kolom erupsi tertinggi dilaporkan mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau 557 meter di atas permukaan laut. Material abu kemudian dapat terbawa angin dan berdampak ke wilayah di sekitar gunung, termasuk Pulau Sebesi yang merupakan salah satu wilayah relatif dekat dengan Gunung Anak Krakatau.