BANDARLAMPUNG — Sekretaris JMSI Lampung, Anton Kurniawan, Minggu (23/8), menegaskan bahwa langkah antisipasi harus segera diambil oleh pemerintah kabupaten/kota, lurah, hingga pengurus RT/RW yang wilayahnya berbatasan langsung dengan TNWK. Menurutnya, potensi konflik antara manusia dan satwa liar meningkat drastis ketika area hutan tempat tinggal mereka terganggu oleh bencana kebakaran.
Potensi Konflik Manusia dan Satwa Meningkat
Anton menjelaskan, insting bertahan hidup satwa akan mendorong mereka untuk berpindah ke area yang dianggap lebih aman. Area pemukiman penduduk yang berada di sekitar TNWK menjadi salah satu tujuan yang paling mungkin dimasuki oleh hewan-hewan tersebut.
"Tak tertutup kemungkinan kawanan Gajah dan hewan lainnya memasuki area penduduk," ujar Anton Kurniawan dalam keterangannya.
Ia menekankan bahwa kewaspadaan ini bukan hanya untuk melindungi warga, tetapi juga demi keselamatan satwa itu sendiri. Langkah-langkah pencegahan yang terkoordinasi dinilai krusial untuk menghindari kerugian di kedua belah pihak.
Evaluasi Pengelolaan Taman Nasional
Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, Anton mendorong semua pihak untuk memetik pelajaran berharga dari peristiwa ini. Ia menyoroti bahwa aspek keamanan dan keselamatan seringkali luput dari pertimbangan dalam pengelolaan TNWK dan taman nasional lain di Indonesia.
Menurut alumnus FKIO Unila ini, kejadian kebakaran yang dipicu kemarau panjang ini seharusnya bisa diprediksi dan diantisipasi lebih dini. Pola yang berulang setiap tahunnya menunjukkan perlunya sistem pencegahan yang lebih matang dan berkelanjutan.
"Seharusnya sudah dilakukan antisipasi hingga bisa meminimalisir kerugian dan dampak lain dari kebakaran ini," tambahnya.
Hikmah di Balik Bencana
Anton mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan bencana ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh. Pengelolaan kawasan konservasi ke depan harus memasukkan skenario penanganan bencana, termasuk evakuasi satwa dan pengamanan wilayah perbatasan, agar dampak kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.
Sambil menunggu upaya pemadaman tuntas, ia berharap tidak ada korban jiwa dan kerugian yang lebih besar, baik dari sisi manusia maupun kelestarian satwa di dalam kawasan TNWK.