BANDAR LAMPUNG — Prof Dr Asef Sukohar menjadi bakal calon rektor keempat yang mendaftar dalam bursa Pilrek Unila periode 2027–2031. Pendaftaran dilakukan di tengah proses seleksi yang masih berjalan, sekaligus menjawab kebutuhan pansel untuk memenuhi kuota minimal peserta.
Ketua Panitia Pilrek Unila 2027–2031, Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa Senat Unila menetapkan syarat minimal empat bakal calon rektor yang memenuhi persyaratan administrasi. Aturan ini disampaikan dalam konferensi pers pada 13 Agustus 2026 lalu.
“Senat Unila menetapkan sedikitnya empat bakal calon rektor yang memenuhi persyaratan administrasi,” ujar Muhammad Akib dalam keterangannya.
Aturan Perpanjangan Jika Kuota Tidak Terpenuhi
Apabila hingga batas akhir pendaftaran jumlah bakal calon belum mencapai empat orang, pansel akan memperpanjang masa pendaftaran dan seleksi pada 22–30 September 2026. Langkah ini menjadi dasar hukum bagi pansel untuk tetap menjalankan proses meski peserta belum lengkap.
“Jika setelah masa perpanjangan jumlah bakal calon tetap belum mencapai empat orang, Senat Unila akan mengambil langkah sesuai mekanisme dan regulasi yang telah ditetapkan,” kata Akib.
Isu Mundurnya Warek II Jadi Sorotan Mahasiswa
Di kalangan senat mahasiswa sejumlah fakultas, muncul harapan agar figur muda ikut meramaikan bursa kandidat. Nama Habibullah Djimat yang menjabat sebagai Wakil Rektor II sempat didorong untuk maju, namun beredar isu bahwa yang bersangkutan menyatakan mundur.
Seorang anggota Senat Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang dihubungi menyatakan, seniornya tersebut belum pernah secara resmi menyatakan maju atau tidak. Karena itu, kabar mundur yang beredar di media dianggap janggal dan belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.
“Belum pernah secara resmi menyatakan maju atau tidak. Kok tiba-tiba disebut ke media mundur,” ujarnya.
Proses Seleksi Masih Berjalan
Hingga berita ini diturunkan, pendaftaran bakal calon rektor Unila masih terbuka. Dengan masuknya Prof Dr Asef Sukohar, pansel kini memiliki empat bakal calon, namun satu di antaranya masih menunggu verifikasi administrasi.
Pihak universitas belum memberikan pernyataan resmi terkait status Habibullah Djimat. Sementara itu, publik menanti kepastian jumlah akhir bakal calon yang akan melaju ke tahap seleksi berikutnya.