LAMPUNG TIMUR — Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur resmi menuntaskan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk seluruh jenjang madrasah, dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari di Aula Kantor Kemenag setempat ini ditutup pada Selasa (19/5/2026) dengan peserta dari jenjang RA, setelah sebelumnya diikuti oleh guru-guru MI, MTs, dan MA.
Mengapa Kurikulum Berbasis Cinta Dianggap Strategis?
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lampung Timur, Marwansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa implementasi KBC merupakan langkah strategis untuk menghadirkan proses pendidikan yang lebih adaptif dan menyenangkan. Menurutnya, guru madrasah harus terus meningkatkan kualitas mengajar dengan metode yang kekinian dan kreatif, namun tetap berfondasi pada kedisiplinan dan keteladanan.
“Guru madrasah harus terus meningkatkan kualitas mengajar, menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kekinian, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Namun di saat yang sama, kedisiplinan dan keteladanan tetap harus menjadi fondasi utama dalam pendidikan,” ujar Marwansyah.
Bukan Sekadar Metode, Tapi Penanaman Empati
Marwansyah menambahkan, Kurikulum Berbasis Cinta tidak sekadar menjadi pendekatan pembelajaran baru. Kurikulum ini juga menjadi upaya menanamkan nilai kasih sayang, empati, penghormatan terhadap perbedaan, serta pembentukan karakter peserta didik secara utuh.
KBC sendiri menekankan pentingnya relasi positif antara guru dan peserta didik. Melalui kurikulum ini, pembelajaran diharapkan tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penciptaan suasana belajar yang penuh penghargaan, kepedulian, dan ruang tumbuh yang sehat bagi anak.
Narasumber dan Materi yang Dibekalkan
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Maruf Abidin, selaku Ketua Pokjawas Kemenag Kabupaten Lampung Timur, serta Ahmad Tsauban, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Lampung Timur. Keduanya memaparkan materi terkait konsep dasar KBC, strategi implementasi di madrasah, serta integrasi nilai-nilai cinta dalam perangkat pembelajaran.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta dari seluruh jenjang madrasah dibekali pemahaman teknis dan konseptual. Harapannya, materi tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam proses belajar mengajar di satuan pendidikan masing-masing.
Target: Ekosistem Pendidikan yang Melahirkan Generasi Berkarakter
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Lampung Timur berharap seluruh madrasah di wilayahnya mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal. Tujuan akhirnya adalah terciptanya ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berempati, dan siap menghadapi tantangan masa depan.