LAMPUNG TIMUR — Sekretaris Dinas Pertanian Lampung Timur, Dewi, mengatakan pihaknya telah mematok target produksi yang cukup ambisius untuk musim gadu tahun ini. Selain lahan sawah, pemerintah daerah juga membidik produksi dari lahan kering seluas 811 ton dengan produktivitas 7,76 kuintal per hektare.
"Dengan luas lahan yang ada, kami menargetkan total produksi gabah musim gadu mencapai 138.004 ton untuk lahan sawah dan 811 ton untuk lahan kering," kata Dewi saat dikonfirmasi pada Selasa (12/5/2026).
Mengapa Hama Tikus Jadi Ancaman Utama Musim Ini?
Di balik angka target yang menjanjikan, Dinas Pertanian justru menyoroti potensi gagal panen akibat serangan hama. Tikus menjadi momok yang paling dikhawatirkan petani pada musim gadu karena siklus hidupnya yang bertepatan dengan masa pertumbuhan padi.
Dewi menjelaskan, pihaknya bersama penyuluh pertanian telah menggerakkan aksi pengendalian hama secara massal. Salah satu metode yang diandalkan adalah gropyokan, atau perburuan tikus secara bersama-sama oleh petani dan penyuluh di lapangan.
"Mitigasi dilakukan dengan gropyokan atau perburuan tikus secara bersama-sama oleh petani dan penyuluh di lapangan," ujarnya.
Belerang Langka, Pengendalian Hama Terhambat
Kendati upaya mitigasi terus dilakukan, efektivitasnya masih terganjal oleh keterbatasan logistik. Dewi mengungkapkan bahwa persediaan belerang—bahan pendukung utama dalam pengendalian hama—saat ini kosong di gudang dinas.
Pemerintah daerah sudah mengajukan permintaan pasokan ke Dinas Pertanian Provinsi Lampung. Namun, ketersediaan belerang di tingkat provinsi juga terbatas, sehingga realisasi pengiriman belum dapat dipastikan.
"Kendala yang kami alami adalah kurangnya persediaan belerang. Saat ini dinas tidak memiliki stok dan sudah mengajukan permintaan ke Dinas Pertanian Provinsi Lampung, namun ketersediaannya juga terbatas," jelas Dewi.
Intensifikasi Pertanian Jadi Kunci Capai Target
Untuk mengejar target produksi yang telah ditetapkan, Dinas Pertanian Lampung Timur mengandalkan program intensifikasi pertanian. Upaya ini mencakup pemilihan bibit unggul, pengaturan pola tanam, serta pendampingan teknis oleh penyuluh di setiap kecamatan.
Dewi berharap target tersebut dapat terealisasi secara optimal, seiring dengan upaya intensifikasi pertanian yang terus dilakukan oleh pemerintah bersama petani. Dukungan dari pemerintah provinsi, terutama dalam penyediaan bahan pengendali hama, dinilai krusial untuk menjaga produktivitas lahan pada musim gadu tahun ini.