Pencarian

Angka Pengangguran Lampung Turun Menjadi 202 Ribu Orang pada Februari 2026

Selasa, 05 Mei 2026 • 22:19:36 WIB
Angka Pengangguran Lampung Turun Menjadi 202 Ribu Orang pada Februari 2026
Angka pengangguran di Lampung turun menjadi 202 ribu orang pada Februari 2026.

BANDARLAMPUNG — Tren ketenagakerjaan di Provinsi Lampung menunjukkan sinyal positif pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya pengurangan jumlah pengangguran sebanyak 4,49 ribu orang atau setara 2,17 persen jika disandingkan dengan data Februari 2025.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa penduduk usia kerja (PUK) di Bumi Ruwa Jurai saat ini menyentuh angka 7,24 juta orang. Angka ini tumbuh 1,32 persen atau bertambah sekitar 94,03 ribu orang dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

"Komposisi angkatan kerja pada Februari 2026 terdiri dari 4,91 juta orang penduduk yang bekerja dan 202,32 ribu orang merupakan pengangguran," ujar Ahmadriswan dalam rilis resminya di Bandarlampung, Selasa (5/5/2026).

Peningkatan Serapan Tenaga Kerja dan Pekerja Penuh Waktu

Data BPS menunjukkan daya serap pasar kerja di Lampung mengalami penguatan. Jumlah penduduk yang bekerja bertambah 34,53 ribu orang. Menariknya, kualitas lapangan kerja juga terlihat dari dominasi pekerja penuh waktu yang kini mencapai 2,9 juta orang, atau naik signifikan sebanyak 164,99 ribu orang.

Kondisi ini dibarengi dengan penurunan angka setengah pengangguran yang cukup drastis. Kelompok warga yang masuk kategori setengah pengangguran kini tersisa 423,46 ribu orang, berkurang 154,67 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, kelompok pekerja paruh waktu mencatatkan kenaikan tipis. Saat ini terdapat 1,5 juta orang yang bekerja dengan skema paruh waktu, bertambah sekitar 24,21 ribu orang dari periode Februari 2025.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Mengalami Penurunan

Meski angka pengangguran turun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Lampung justru terkoreksi tipis. TPAK pada Februari 2026 berada di level 70,65 persen, turun 0,51 persen dibandingkan posisi Februari 2025 yang sempat menyentuh 71,15 persen.

Ahmadriswan memaparkan bahwa TPAK merupakan indikator utama untuk melihat seberapa besar persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu wilayah. Penurunan ini dipicu oleh dinamika pada kelompok laki-laki maupun perempuan.

"Berdasarkan jenis kelamin, pada Februari 2026, TPAK laki-laki sebesar 87,11 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 53,55 persen," tuturnya.

Ketimpangan Gender dalam Partisipasi Ekonomi

Data menunjukkan adanya penurunan partisipasi kerja pada kedua kelompok gender. TPAK laki-laki turun 0,26 persen, sedangkan kelompok perempuan mengalami penurunan partisipasi yang lebih dalam, yakni sebesar 0,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung yang berada di angka 3,95 persen menunjukkan perbaikan kualitas ekonomi makro daerah. Pada Februari 2025, jumlah warga yang tidak memiliki pekerjaan masih berada di angka 206,80 ribu orang, namun kini terpangkas menjadi 202,32 ribu orang.

Bagikan
Sumber: lampung.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks