BANDAR LAMPUNG — Program bertajuk "Women Support Women Berdaya Tanpa Batas" itu menggandeng Rumah BUMN Bandar Lampung sebagai pemandu. Instruktur dari Rumah BUMN mengisi sesi pengemasan produk, pemasaran digital, dan pembuatan konten promosi. Materi itu melengkapi keterampilan kuliner yang lebih dulu diberikan kepada para peserta.
Ketua Srikandi PLN UID Lampung Dewi Rahmi Putri menyebut program ini sebagai bentuk komitmen perusahaan memperluas kesempatan bagi perempuan penyandang disabilitas. Menurut dia, peserta diarahkan agar bisa belajar, berkarya, dan mandiri secara ekonomi.
Dari Siomay dan Dimsum ke Konten Promosi
Pelatihan pembuatan siomay dan dimsum menjadi pintu masuk program. Setelah itu, peserta dibekali cara mengemas produk supaya lebih menarik di rak dan pasar daring. Sesi berlanjut ke pemasaran digital serta produksi konten promosi untuk memperluas jangkauan penjualan.
PLN berharap keterampilan itu meningkatkan kualitas kemasan dan mendorong peserta memakai platform digital sebagai kanal pemasaran. Dua hal itu dinilai krusial bagi usaha kecil yang ingin menjangkau pembeli di luar lingkungan sekitar.
NIB Difasilitasi agar Usaha Punya Legalitas
Srikandi PLN UID Lampung bersama Rumah BUMN Bandar Lampung memfasilitasi pembuatan NIB bagi komunitas. Fasilitas itu menyasar legalitas usaha sekaligus menyiapkan pengembangan bisnis yang lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan NIB, pelaku usaha lebih mudah mengakses program pembinaan maupun kemitraan.
"Setiap perempuan memiliki potensi untuk tumbuh dan berkarya, termasuk perempuan penyandang disabilitas. Kami berharap, pembekalan ini dapat membuka peluang usaha, meningkatkan kemandirian, dan membantu peserta mewujudkan masa depan yang lebih baik," kata Dewi Rahmi Putri.
PKDL Minta Pelatihan Berlanjut
Wakil Ketua Harian PKDL Yunita Viriya menyampaikan terima kasih atas dukungan PLN terhadap perempuan penyandang disabilitas di Bandar Lampung. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti di satu angkatan.
"Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berkesinambungan dan tidak berhenti sampai di sini, sehingga semakin banyak perempuan penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan untuk berkembang, mandiri, dan berdaya," ungkap Yunita Viriya.
Sejalan dengan SDG 8 dan SDG 10
Program ini dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 8 soal pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan keterampilan dan pembukaan peluang usaha produktif menjadi jalur yang ditempuh. Kegiatan yang sama mendukung SDG 10 tentang pengurangan ketimpangan melalui akses ekonomi yang lebih setara bagi penyandang disabilitas.
Bagi PLN UID Lampung, program ini menjadi bagian dari pemberdayaan inklusif yang menyasar kemandirian ekonomi kelompok rentan. Dampaknya akan terlihat dari seberapa banyak peserta yang benar-benar menjalankan usaha setelah pelatihan selesai.