LAMPUNG — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku dalam beberapa pekan terakhir mulai mengubah peta permintaan di pasar otomotif tanah air. PT Indomobil eMotor Internasional, pemegang merek motor listrik seperti Selis, melaporkan pertumbuhan penjualan yang signifikan sejak kebijakan tersebut diterapkan.
“Apalagi setelah kemarin ada kenaikan harga BBM, itu kita lihat penjualan kita naik sekitar 3-4 kali lipat,” kata CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Wirawan, di sela peluncuran Tyranno X di Jakarta Fair, JIExpo Kemayoran, Sabtu (12/7).
Motor Bekas Mulai Banjir di Showroom Akibat Peralihan Massal
Fenomena ini tidak hanya terlihat dari transaksi motor listrik baru. Pius mengungkapkan, aktivitas tukar tambah kendaraan bermesin bensin ke motor listrik juga meningkat drastis. Informasi dari jaringan showroom motor bekas menunjukkan pasokan unit bekas mulai melimpah.
“Bahkan kita sedang mengantisipasi informasi dari teman-teman showroom motor bekas, bahwa sekarang motor-motor bekas ini agak banjir di showroom karena banyak sekali yang coba untuk tukar tambah ke motor listrik,” imbuh Pius.
Efisiensi Biaya Jadi Pemicu Utama Perubahan Perilaku
Menurut Pius, kenaikan harga BBM memaksa konsumen menghitung ulang biaya operasional kendaraan jangka panjang. Motor listrik dinilai menawarkan efisiensi yang lebih kompetitif dibandingkan motor bensin untuk mobilitas harian. Selain faktor ekonomi, kesadaran masyarakat terhadap manfaat kendaraan listrik juga terus bertumbuh.
Pius menambahkan, potensi pasar motor listrik nasional masih sangat besar. Edukasi yang masif menjadi kunci untuk mempercepat transisi. “Karena masyarakat belum banyak yang aware mengenai motor listrik. Karena begitu semuanya sudah aware motor listrik ini solusi. Jadi semua motor bensin tuh kebanyakan akan ditukar tambah dan permintaannya untuk motor listrik, motor bensin akan berkurang,” ujarnya.
Indomobil Siap Antisipasi Lonjakan Permintaan Pasca-BBM Naik
PT Indomobil eMotor Internasional menyatakan akan terus memantau dinamika pasar nasional. Perusahaan melihat perubahan pola konsumsi masyarakat sebagai peluang pertumbuhan yang besar. Dukungan terhadap penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan dan efisiensi biaya transportasi menjadi faktor utama yang mendorong optimisme ini.
Meski belum merilis angka penjualan secara detail, lonjakan tiga hingga empat kali lipat ini menjadi indikator awal bahwa kebijakan harga BBM mampu mempercepat elektrifikasi kendaraan roda dua di Indonesia.