BANDAR LAMPUNG — Perbasi Cup Piala Gubernur Lampung 2026 menjadi panggung pembuktian kebangkitan basket di Sai Bumi Ruwa Jurai. Ajang ini tak hanya mempertemukan pebasket muda, tetapi juga menjadi momentum pembinaan atlet usia dini yang mendapat perhatian langsung dari pengurus pusat.
Antusiasme Masyarakat Jadi Modal Kebangkitan Basket Lampung
Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi mengaku bangga melihat perkembangan positif basket di Lampung. Menurutnya, semangat pengurus daerah dan antusiasme masyarakat menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan olahraga ini.
"Lampung luar biasa, sambutannya hangat. Kompetisi ini menjadi wadah bagi anak-anak usia dini untuk ikut bertanding dan berkembang," kata Nirmala di sela-sela kejuaraan.
Perwasitan Jadi Fokus Utama: Target Lahirkan Wasit Berlisensi FIBA
Tak hanya soal pembinaan atlet, Nirmala menyoroti persoalan klasik yang masih menghantui basket Indonesia: kekurangan wasit profesional. Ia menegaskan bahwa hampir semua DPD Perbasi di daerah masih mengalami masalah serupa.
"Fokus kami sekarang memang di perwasitan, karena hampir semua DPD masih kekurangan wasit. Ke depan kami ingin ada wasit profesional berlisensi nasional, bahkan kalau bisa berlisensi FIBA dari Lampung," ujar Nirmala.
Kunjungannya ke Lampung dimanfaatkan untuk melihat langsung sejauh mana perkembangan kualitas wasit di daerah. PP Perbasi saat ini tengah memberi fokus besar pada penguatan SDM perwasitan.
Perbasi Cup: Bukan Sekadar Turnamen, Tapi Ruang Pembinaan Usia Dini
Nirmala menilai kejuaraan Perbasi Cup menjadi bukti bahwa pembinaan basket di Lampung mulai bergerak ke arah yang lebih baik. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi atlet usia dini untuk merasakan atmosfer pertandingan kompetitif sejak awal.
Dengan adanya turnamen berjenjang seperti ini, diharapkan lahir bibit-bibit unggul yang kelak bisa bersaing di level nasional. Terlebih, dukungan dari pemerintah daerah dan sponsor turut memperkuat ekosistem basket Lampung.