LAMPUNG — Pelepasan dilakukan di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (24/6). Para atlet akan bertolak ke Jepang pada hari yang sama setelah melalui pemusatan latihan selama 30 hari terakhir.
Beban Mental Jadi Perhatian Utama di H-7
Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menekankan kesiapan mental sebagai faktor krusial. "Semangat, daya juang harus diperlihatkan dan harus selalu memberikan yang terbaik," ujarnya dalam keterangan resmi.
Manajer tim, Eskar Denatara, mengakui aspek teknis dan fisik atlet sudah maksimal. Namun, ia menyoroti perlunya perawatan psikis pada pekan terakhir sebelum turnamen. "Ini hari ke-30 pemusatan latihan, anak-anak punya adaptasi cukup baik. Tinggal me-maintain H-7 ini bagaimana kondisi mentalitas mereka," kata Eskar.
Gabungan Atlet Pelatnas dan Klub, Didampingi Psikolog
Tim yang dikirim merupakan gabungan pemain pelatnas dan klub. PBSI juga menerjunkan tim pemandu bakat secara penuh, dari seleksi hingga pendampingan pertandingan. Dua nama besar, Hendrawan dan Bambang Suprianto, dilibatkan untuk memetakan persaingan Asia dan posisi Indonesia di level junior.
Eskar menambahkan, faktor psikis akan didampingi langsung oleh tim psikolog PBSI. "Ada beban tanggung jawab karena mereka membela Merah-Putih, tapi overall kami melihat anak-anak bisa beradaptasi dengan baik," ujarnya.
Jadwal Padat di Yatsushiro, Kumamoto
Kejuaraan beregu BAJC 2026 digelar pada 26-30 Juni, sementara nomor individu berlangsung pada 1-5 Juli di Yatsushiro, Kumamoto, Jepang. Indonesia mengirimkan 26 pemain junior terbaik untuk bersaing dengan wakil-wakil Asia lainnya.