BANDAR LAMPUNG — Wagub Jihan yang juga menjabat Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung menyebut Rakernas ini bukan sekadar agenda organisasi biasa. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa nilai persaudaraan yang ditanamkan sejak Jambore Nasional 1991 masih terus hidup dan dirawat hingga puluhan tahun kemudian.
Nilai Budaya Lampung Jadi Tema Besar
Tema yang diusung tahun ini, "Nengah Nyappur Dalam Aksi: Bersatu, Berbaur, Berdampak", dinilai Wagub Jihan sangat relevan dengan budaya lokal. Ia menjelaskan, konsep Nengah Nyappur mengandung makna tentang kehadiran di tengah masyarakat, membangun hubungan harmonis, menghargai keberagaman, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.
"Ketika orang mengenang pengalaman jambore, yang paling diingat biasanya adalah kebersamaan yang terjalin, sahabat yang ditemui, dan pengalaman yang dijalani bersama. Itulah yang kemudian menjadi ikatan kuat hingga puluhan tahun kemudian," ujar Wagub Jihan dalam sambutannya.
Ikatan yang Bertahan Lebih dari Tiga Dekade
Menurut Wagub, semangat kebersamaan yang terpelihara sejak 1991 merupakan warisan paling berharga dari Gerakan Pramuka. Meskipun para peserta telah menempuh perjalanan hidup yang berbeda selama lebih dari tiga dekade, keinginan untuk tetap terhubung dalam satu keluarga besar masih terjaga dengan baik.
Ia menambahkan, kondisi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kepramukaan tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan kegiatan jambore. Nilai-nilai itu terus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik saat bekerja, bermasyarakat, maupun mengabdi kepada bangsa.
Gotong Royong Jadi Kunci Atasi Persoalan Sosial
Wagub Jihan menekankan bahwa berbagai persoalan di masyarakat sering kali dapat diselesaikan melalui semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemauan untuk saling mendengar. Ia mendorong budaya gotong royong terus dijaga sebagai kekuatan sosial yang mendukung pembangunan daerah.
"Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, ketika lingkungan memerlukan perhatian, atau ketika generasi muda membutuhkan pendampingan, yang dibutuhkan adalah kepedulian dan kemauan untuk bergerak bersama," ucapnya.
Target: Program yang Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat
Wagub berharap Rakernas PJ91 mampu melahirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga mendorong penguatan kepedulian sosial, peningkatan partisipasi generasi muda, serta penguatan persatuan yang telah terbangun selama puluhan tahun.
"Saya percaya apabila semangat bersatu, berbaur, dan berdampak terus dijaga, maka keluarga besar Purna Jambore Nasional akan senantiasa menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang harmonis, peduli, dan berdaya," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Purna Jambore Nasional 1991 Teguh Santosa berharap Rakernas dapat menjadi ruang memperkuat silaturahmi sekaligus memperkokoh komitmen organisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus mewariskan nilai-nilai persatuan, persaudaraan, dan pengabdian kepada generasi muda.