LAMPUNG — Mobil yang dilelang di Amerika Serikat ini bukan sembarang Dino. Unit spesifik bergaya targa top GTS itu direstorasi habis-habisan oleh Moto Technique, bengkel asal Inggris, antara 2017 hingga 2018. Alih-alih mempertahankan mesin V6 2.4 liter bawaan pabrik, bengkel tersebut menyuntikkan mesin V8 3.6 liter Tipo 105C yang disedot secara alami.
Mesin V8 400 DK Bikin Dino Ini Lebih Galak dari Aslinya
Mesin anyar itu mendapat banyak sentuhan serius: sistem throttle independen, kepala silinder yang dimodifikasi, dan engine control unit MoTec khusus. Hasilnya, tenaga melonjak hingga 400 dk — hampir dua kali lipat output standar Dino 246 GTS yang hanya sekitar 195 dk. Tenaga disalurkan ke roda belakang via transmisi manual 5 percepatan yang masih dipertahankan.
Agar setara dengan tenaga barunya, sistem pengereman juga ikut diupgrade menggunakan kaliper rem dari Ferrari 360 Modena. Suspusi baru dengan pegas koil dan batang penstabil depan-belakang dipasang untuk menjinakkan tenaga ekstra tersebut. Velg 17 inci yang lebih besar dibalut ban Michelin Pilot Sport 4S modern melengkapi ubahan sektor kaki-kaki.
Eksterior Hitam Mengkilap, Interior Kulit Merah Mencolok
Bodi mobil dicat ulang dengan warna hitam mengkilap. Penutup lampu depan Perspex baru menggantikan unit lawas yang buram. Di dalam kabin, jok bergaya Daytona dibalut kulit merah dan hitam, karpet lantai merah menyala, serta tuas persneling logam khas Ferrari. Meski tampil retro, mobil ini dibekali sistem audio modern yang bisa terhubung ke perangkat hiburan terkini.
Sejak restorasi rampung, odometer menunjukkan jarak tempuh sekitar 13.700 km. Artinya, mobil ini tidak sekadar dipajang di garasi, melainkan benar-benar dikendarai oleh pemiliknya.
Mengapa Kolektor Rela Bayar Mahal untuk Dino 'Tak Orisinal'?
Fenomena ini memicu perdebatan di komunitas mobil klasik. Sebab, aturan main yang berlaku selama ini adalah orisinalitas mesin dan nomor sasis menjadi penentu utama harga. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa segmen pembeli tertentu justru mencari mobil yang sudah dimodifikasi secara menyeluruh.
Dino sendiri memiliki sejarah unik: merek ini diciptakan Enzo Ferrari untuk mengenang putranya, Alfredo "Dino" Ferrari. Mobil-mobil bertanda Dino diproduksi di pabrik Ferrari tetapi tidak membawa logo kuda jingkrak. Selama puluhan tahun, Dino kerap dianggap sebagai "Ferrari kelas dua" oleh kolektor. Kini, persepsi itu mulai berubah dan permintaan terhadap model ini terus meningkat.
Bagi kolektor yang mengincar sensasi berkendara murni, Dino modifikasi ini menawarkan pengalaman yang lebih menarik dibanding versi asli setengah abad lalu. Dengan mesin V8 400 dk, pengendalian modern, dan rem yang mumpuni, mobil ini bisa diajak track day tanpa khawatir merusak komponen langka. Angka USD 800.000 menjadi bukti bahwa pasar mulai memberi premi pada restorasi berkualitas tinggi yang menghadirkan performa, bukan sekadar orisinalitas museum.