Tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, yang terjadi sejak Jumat (21/8) siang. Kepala Balai TN Way Kambas MHD Zaidi menyebut proses pemadaman terkendala kondisi akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan.
LAMPUNG TIMUR — Kebakaran melanda kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur sejak Jumat (21/8) siang. Hingga kini, tim gabungan masih berupaya memadamkan api yang membakar vegetasi yang mengering akibat musim kemarau.
Kepala Balai TN Way Kambas MHD Zaidi menyampaikan bahwa proses pemadaman dilakukan bersama-sama oleh petugas balai dengan melibatkan unsur TNI-Polri dan relawan. "Benar, terjadi kebakaran sejak kemarin siang, saat ini tim gabungan baik dari balai dibantu TNI-Polri serta relawan masih melakukan upaya pemadaman," kata dia.
Kendala di Lapangan: Akses Menuju Titik Api Sulit Dilalui
Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi akses menuju lokasi kebakaran menjadi tantangan utama bagi petugas untuk menjangkau titik api.
"Masih dalam proses pendataan. Ada beberapa kendala memang, di antaranya akses yang sulit dilalui oleh kendaraan," ujar MHD Zaidi.
Luasan dan Lokasi Terdampak Masih Didata
Pihak Balai TN Way Kambas saat ini masih fokus melakukan pendataan untuk memastikan luasan serta lokasi kawasan yang terdampak kebakaran. Prioritas utama penanganan adalah memastikan api tidak meluas ke kawasan lainnya.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api membakar vegetasi di kawasan hutan TNWK yang mengalami kekeringan. Kondisi ini mempercepat penyebaran api dan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi tersebut.
Catatan Kebakaran Sebelumnya: 2.600 Hektare Hangus pada Januari 2026
Kebakaran kawasan TN Way Kambas sebelumnya juga terjadi pada Januari 2026. Saat itu, lahan yang terbakar dilaporkan mencapai lebih dari 2.600 hektare.
Memasuki musim kemarau tahun ini, potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi tersebut perlu diwaspadai. Pihak terkait terus melakukan penanganan di lapangan sekaligus pendataan untuk mengetahui dampak kebakaran secara lebih akurat.