LAMPUNG — Ambisi Max Verstappen memperluas petualangan di luar Formula 1 mendapat angin segar. Juara dunia F1 empat kali itu hampir meraih kemenangan di Nürburgring 24 Hours akhir pekan lalu, hanya dalam penampilan perdananya di sirkuit legendaris Jerman tersebut. Performa impresif itu langsung memicu spekulasi soal langkah selanjutnya.
Ford Siapkan Hypercar, 90 Persen Publik Setuju
Ford, mitra unit daya Red Bull di F1, secara terbuka menyatakan keinginan melihat Verstappen di balik kemudi Hypercar mereka. Hasil jajak pendapat terbaru RacingNews365 menunjukkan 90 persen responden mendukung realisasi proyek ini. Angka itu menjadi sinyal kuat bahwa publik menganggap langkah ini bukan lagi sekadar wacana.
Debut Meyakinkan di Nürburgring 24 Hours
Penampilan Verstappen di ajang balap ketahanan mulai menarik perhatian sejak debutnya tahun lalu. Pebalap Belanda itu menunjukkan adaptasi cepat, terbukti dengan performa kompetitif di Nürburgring. "Saya bertekad mendapatkan lebih banyak pengalaman di balap ketahanan, termasuk di Le Mans," ujar Verstappen dalam pernyataan yang dikutip dari laporan balapan.
Kapan, Bukan Jika: Skema Waktu yang Realistis
Pertanyaan sekarang bukan lagi apakah Verstappen akan membalap di Le Mans, melainkan kapan. Skenario paling realistis adalah saat ia masih aktif di F1 atau setelah pensiun. Dengan jadwal F1 yang padat, opsi paruh waktu bersama Ford di kelas Hypercar menjadi kemungkinan paling masuk akal dalam waktu dekat.
Belum ada kepastian jadwal, tetapi momentum terus menguat. Dukungan publik, pernyataan Ford, dan ambisi pribadi Verstappen membuat skenario ini semakin sulit dihindari. Dunia balap ketahanan bersiap menyambut salah satu pembalap paling dominan di generasinya.