LAMPUNG — Kenaikan harga BBM nonsubsidi awal Mei lalu masih membebani kantong pengendara hingga akhir bulan ini. Dari data resmi Pertamina, Dexlite mencatat lonjakan harga tertinggi dibanding produk lain. Di Riau dan Kepulauan Riau, misalnya, harga satu liter Dexlite mencapai Rp 27.150, sedangkan di Sumatera Barat angkanya serupa.
Perbedaan harga antarprovinsi ini bukan tanpa alasan. Besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah menjadi biang kerok variasi harga yang kadang bikin pusing konsumen. Wilayah dengan status Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam justru menikmati harga lebih rendah karena regulasi khusus.
Untuk pengguna Pertamax, harga termurah ada di Jawa dan Bali: Rp 12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.900 di zona yang sama. Di Sumatera Barat dan Riau, Pertamax naik jadi Rp 12.900, dan Pertamax Turbo melonjak ke Rp 20.750.
Produk anyar Pertamax Green 95 dengan oktan 95 juga tersedia di Pulau Jawa dan Bali seharga Rp 12.900 per liter. Varian ini menjadi alternatif bagi pemilik kendaraan yang menginginkan performa lebih tinggi dari Pertamax biasa tanpa harus merogoh kocek untuk Pertamax Turbo.
Berikut rincian harga yang berlaku di SPBU Pertamina seluruh Indonesia berdasarkan data resmi Patra Niaga:
Kawasan perdagangan bebas seperti Sabang dan Batam menikmati harga BBM yang lebih rendah karena dibebaskan dari sebagian komponen pajak. Meski tidak dirinci angka pastinya dalam pengumuman resmi, selisih harga cukup signifikan dibandingkan harga nasional. Konsumen di zona ini disarankan mengecek langsung ke SPBU terdekat untuk kepastian harga.
Pemilik kendaraan diesel, terutama yang menggunakan mobil niaga dan SUV berbahan bakar solar, menjadi pihak paling terpukul. Dexlite yang sebelumnya di kisaran Rp 23.000-an kini melesat ke Rp 26.000–Rp 27.150. Sementara Pertamina Dex, varian solar premium, dibanderol Rp 27.900 di Jawa dan Bali, dan tembus Rp 29.100 di Riau.
Bagi pengendara yang sering melakukan perjalanan jauh, perbedaan harga antarprovinsi ini patut diperhitungkan. Mengisi penuh tangki sebelum masuk wilayah dengan harga lebih mahal bisa jadi strategi hemat yang efektif.