BANDAR LAMPUNG — Pelindo Regional 2 Panjang menempatkan literasi keamanan siber sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar prosedur teknis. Kegiatan Awareness Bahaya Serangan Siber menyasar seluruh insan perusahaan di lingkungan kerja Pelindo Regional 2 Panjang, dengan fokus pada kewaspadaan terhadap risiko yang berpotensi mengganggu sistem informasi, perlindungan data, serta keberlangsungan operasional.
Weriyanto Febriyadi, Manager Kepatuhan Bisnis yang mewakili General Manager Pelindo Regional 2 Panjang, memimpin langsung pelaksanaan kegiatan. Dalam sambutannya, Weriyanto menekankan bahwa ancaman siber berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam aktivitas perusahaan.
Mengapa Keamanan Siber Jadi Prioritas di Lingkungan Pelabuhan
Iptu Donal Afriansyah memaparkan sejumlah bentuk ancaman siber yang dapat terjadi di lingkungan kerja. Mulai dari phishing, pencurian data, penyalahgunaan akses, penyebaran perangkat lunak berbahaya (malware), hingga berbagai modus kejahatan digital yang memanfaatkan kelalaian pengguna.
Dalam konteks kepelabuhanan, keamanan siber berperan strategis karena teknologi informasi semakin terintegrasi mendukung proses bisnis dan pelayanan jasa kepelabuhanan. Gangguan terhadap sistem digital berpotensi menimbulkan risiko terhadap data perusahaan sekaligus memengaruhi kelancaran operasional dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.
Peran Setiap Pekerja Mencegah Kebocoran Data
Weriyanto menyebut kesadaran terhadap keamanan siber harus menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan dan membutuhkan peran aktif seluruh pekerja. Setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah potensi kebocoran data maupun serangan siber.
"Kesadaran terhadap keamanan siber harus menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan dan membutuhkan peran aktif seluruh pekerja. Setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah potensi kebocoran data maupun serangan siber, mulai dari menjaga kerahasiaan akun, berhati-hati terhadap pesan atau tautan mencurigakan, hingga memastikan informasi perusahaan digunakan dan disebarluaskan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Weriyanto.
Langkah pencegahan yang ditekankan mencakup hal-hal sederhana namun sering luput. Menjaga kerahasiaan akun, berhati-hati terhadap pesan atau tautan mencurigakan, hingga memastikan informasi perusahaan digunakan dan disebarluaskan sesuai ketentuan yang berlaku.
Literasi Digital sebagai Fondasi Tata Kelola Perusahaan
Iptu Donal Afriansyah menilai peningkatan literasi keamanan siber menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh terhadap berbagai ancaman digital. Upaya tersebut sekaligus mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance.
"Dalam konteks kepelabuhanan, keamanan siber memiliki peran strategis karena penggunaan teknologi informasi semakin terintegrasi dalam mendukung proses bisnis dan pelayanan jasa kepelabuhanan. Gangguan terhadap sistem digital tidak hanya berpotensi menimbulkan risiko terhadap data perusahaan, tetapi juga dapat mempengaruhi kelancaran proses operasional dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Oleh karena itu, peningkatan literasi keamanan siber menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh terhadap berbagai ancaman digital sekaligus mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance)," kata Iptu Donal Afriansyah.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberi kesempatan peserta berdiskusi langsung dengan narasumber. Peserta membahas berbagai potensi ancaman siber dan langkah mitigasi yang dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 2 Panjang menegaskan komitmennya memperkuat budaya sadar keamanan informasi di lingkungan perusahaan. Kewaspadaan seluruh insan perusahaan diharapkan meningkat dalam menghadapi perkembangan ancaman siber, sekaligus mendukung transformasi digital Pelindo yang aman, andal, dan berkelanjutan.