Pencarian

IHSG Menguat ke 5.328,36, Analis Soroti HRUM hingga BBNI

Kamis, 22 Oktober 2026 • 08:22:01 WIB
IHSG Menguat ke 5.328,36, Analis Soroti HRUM hingga BBNI
IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,36 pada Rabu (21/10/2026).

LAMPUNG — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (22/10/2026) setelah ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,36 pada Rabu (21/10/2026). Penguatan 49,47 poin itu menjadi upaya pemulihan dari tekanan jual ekstrem pekan lalu, meski rencana reklasifikasi Indonesia oleh MSCI masih membayangi kepercayaan investor.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai kenaikan indeks mencerminkan upaya pemulihan dari area support Fibonacci. Namun, menurut dia, penguatan itu belum mengonfirmasi pembalikan tren secara menyeluruh.

Pasar saham domestik baru saja melewati periode berat. Tekanan jual ekstrem pekan lalu sempat menekan indeks, sebelum akhirnya berbalik menguat pada Rabu (21/10/2026).

Beban MSCI dan Capital Outflow

Ketidakpastian terkait rencana reklasifikasi Indonesia oleh MSCI masih menjadi risiko utama bagi kepercayaan investor dan arus modal asing. Isu ini membayangi pasar sejak beberapa waktu terakhir dan berpotensi membatasi ruang kenaikan IHSG.

Risiko capital outflow belum sepenuhnya hilang. Investor asing cenderung menahan posisi hingga ada kejelasan status reklasifikasi, sehingga aliran dana masuk ke pasar saham domestik masih tipis.

BI Rate Bertahan di 5,75 Persen

Perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis (22/10/2026) tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Bank sentral mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen di tengah tekanan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS.

Keputusan tersebut menjaga suku bunga acuan tetap stabil. Penyesuaian suku bunga fasilitas simpanan menjadi 5,00 persen menjadi bagian dari bauran kebijakan BI untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Pidato Prabowo Jadi Katalis

Pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto untuk melihat arah kebijakan ekonomi dan investasi ke depan. Kejelasan kebijakan yang mendukung stabilitas pasar dapat memperkuat sentimen positif bagi IHSG.

Namun, tanpa kepastian soal MSCI dan dengan rupiah masih tertekan, kenaikan indeks diperkirakan tetap terbatas. Analis merekomendasikan investor mencermati saham-saham tertentu, termasuk HRUM, PTBA, BBNI, dan BUVA, yang menjadi fokus perhatian di tengah fase technical rebound ini.

Posisi IHSG di level 5.328,36 masih jauh dari kondisi ideal, tetapi pemulihan dari area support Fibonacci memberi ruang bagi investor untuk mencermati peluang jangka pendek. Kejelasan kebijakan ekonomi dan stabilisasi rupiah akan menjadi kunci apakah penguatan ini berlanjut menjadi tren yang lebih solid.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks