Pencarian

Anak Lebih Nurut ke Ayah daripada Bunda? Ini Alasan Psikolog

Kamis, 22 Oktober 2026 • 13:21:02 WIB
Anak Lebih Nurut ke Ayah daripada Bunda? Ini Alasan Psikolog
Psikolog menjelaskan perbedaan sikap anak kepada ayah dan bunda merupakan hal normal dalam pengasuhan.

LAMPUNG — Sebagian ibu merasa anak jauh lebih patuh pada ayah, padahal Bunda yang mengurus hampir semua kebutuhannya sehari-hari. Psikolog klinis Emily Edlynn, Ph.D. menjelaskan bahwa perbedaan sikap anak pada tiap orang tua adalah hal normal. Berikut empat alasan di baliknya dan kapan perlu konsultasi ke pakar.

Setiap anak bisa bersikap berbeda saat berhadapan dengan Bunda dan Ayah. Ada yang lebih manja pada satu orang tua, ada pula yang tampak lebih mudah diatur oleh yang lain.

Perbedaan ini bukan tanda anak pilih kasih. Pola asuh, kedekatan emosional, dan cara anak membaca karakter tiap orang tua ikut membentuk responsnya.

Ikatan Anak dengan Bunda dan Ayah Memang Berbeda

Studi di Journal of Family Psychology tahun 2012 menemukan ibu dan ayah sering berinteraksi dengan anak lewat cara berbeda. Ibu umumnya lebih banyak memberi kenyamanan dan pengaturan, sementara ayah lebih banyak memberi stimulasi dan tantangan.

Namun setiap keluarga punya pola sendiri. Banyak orang tua mengambil kedua peran sekaligus tergantung situasi, jadi perbedaan ini hanya mencerminkan gaya masing-masing, bukan tanda satu ikatan lebih kuat.

"Hubungan orang tua dan anak dalam sebuah keluarga itu unik, dan itu tidak berarti lebih baik atau lebih buruk daripada yang lain," kata Emily Edlynn, Ph.D.

Anak Merasa Aman Melampiaskan Emosi pada Orang Tua yang Lebih Dekat

Dalam banyak kasus, anak lebih nurut pada satu orang tua karena ia merasa aman secara emosional dengan sosok itu. Rasa aman inilah yang justru membuat anak berani meledak atau menangis di depannya.

"Orang tua yang paling aktif berhubungan dengan anak secara emosional sering kali menjadi sasaran luapan emosi dan perilaku anak," ujar Edlynn.

Penelitian soal keterikatan menunjukkan anak balita lebih sering mengekspresikan kesusahan pada pengasuh yang ia percaya bisa membantunya mengatur emosi. Studi di Attachment & Human Development tahun 2019 juga menemukan intensitas reaksi anak bisa berbeda tergantung orang tuanya.

Pola Asuh yang Sama Bisa Berbeda Efeknya

Riset yang terbit di jurnal Children (Basel) tahun 2022 menunjukkan perilaku pengasuhan serupa dari ibu dan ayah bisa memberi efek berbeda pada perkembangan emosional anak. Menghibur, menetapkan batasan, atau mendorong kemandirian bisa diterima anak dengan cara berbeda tergantung siapa yang melakukannya.

"Setiap orang tua memberikan manfaat yang berbeda kepada setiap anak, dan itu tidak apa-apa," kata Edlynn.

Frekuensi Kebersamaan Ikut Memengaruhi

Orang tua yang lebih jarang bertemu anak biasanya mendapat lebih sedikit protes. Sebaliknya, orang tua yang menangani rutinitas harian seperti mandi, makan, dan tidur lebih sering menghadapi ujian serta negosiasi.

Anak juga mengamati pola di sekitarnya: siapa yang cepat menolak saat didekati, siapa yang memberi kesempatan kedua, dan siapa yang suka bicara panjang. Dari pengamatan itu, ia menyesuaikan cara berperilaku.

Kapan Perlu Konsultasi ke Psikolog

Dalam kebanyakan kasus, anak yang lebih nurut pada salah satu orang tua masih masuk rentang normal perkembangan. Namun ada situasi yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Waspadai bila perbedaannya terasa ekstrem, atau bila anak menunjukkan tanda takut, cemas, dan kesusahan berkepanjangan saat berhadapan dengan salah satu orang tua. Konsultasikan ke psikolog anak untuk memastikan tidak ada masalah yang perlu ditangani.

Perbedaan sikap anak pada Bunda dan Ayah umumnya soal kedekatan, pola asuh, dan frekuensi kebersamaan, bukan soal siapa yang lebih dicintai. Mengenali pola ini membantu Bunda berhenti membandingkan diri dan lebih tenang menjalani peran.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks