Pencarian

Dinas Peternakan Lampung Edukasi Pencegahan Rabies ke Siswa Sekolah Alam, Tekankan Cuci Luka 15 Menit

Kamis, 22 Oktober 2026 • 05:46:01 WIB
Dinas Peternakan Lampung Edukasi Pencegahan Rabies ke Siswa Sekolah Alam, Tekankan Cuci Luka 15 Menit
Dinas Peternakan Lampung memberikan edukasi pencegahan rabies kepada siswa sekolah alam.

BANDAR LAMPUNG — Edukasi penyakit zoonosis yang digelar dinas tersebut menyorot rabies sebagai persoalan yang lekat dengan keseharian keluarga. Materi tidak berhenti pada ajakan menyayangi hewan, tetapi merambah ke prosedur pertolongan awal ketika terjadi paparan.

Pengetahuan pencegahan mencakup dua sisi: merawat hewan peliharaan tetap sehat, dan mengambil keputusan cepat saat gigitan atau cakaran terjadi. Dinas menempatkan sekolah sebagai pintu masuk penyampaian pesan itu kepada anak dan orang tua.

Mengapa Anak Jadi Sasaran Edukasi Rabies

Anak-anak lebih rentan mengalami gigitan karena intensitas interaksi dengan hewan peliharaan di rumah maupun lingkungan sekitar. Karena itu, pemahaman sejak dini dinilai lebih efektif ketimbang penanganan setelah kasus muncul.

Pesan yang disampaikan bukan agar anak menjauhi hewan. Kementerian Kesehatan justru menempatkan kesehatan hewan peliharaan sebagai bagian dari perlindungan manusia.

Pemilik diminta memastikan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera tetap sehat serta mendapat vaksinasi rutin. Tanggung jawab pencegahan tidak hanya di tangan anak, tetapi juga orang dewasa di sekitarnya.

Cuci Luka 15 Menit, Bukan Pengganti Pemeriksaan Medis

Kementerian Kesehatan menegaskan pertolongan awal setelah paparan hewan penular rabies harus dilakukan segera. Luka gigitan atau cakaran dicuci dengan sabun dan air mengalir, lalu diberikan antiseptik.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan saat itu, dr. Siti Nadia Tarmizi, merinci durasi pencucian yang dianjurkan.

"Pencucian luka gigitan dengan menggunakan air dan sabun selama kurang lebih 15 menit," kata dr. Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari publikasi Kementerian Kesehatan yang diterbitkan 4 Maret 2019.

Setelah dicuci, korban perlu segera menuju puskesmas atau rumah sakit terdekat. Pemberian vaksin antirabies maupun serum antirabies ditentukan berdasarkan indikasi dan penilaian tenaga kesehatan.

Mencuci luka berfungsi sebagai pertolongan awal, bukan pengganti pemeriksaan medis. Orang tua diminta tidak menunggu munculnya keluhan sebelum membawa anak berobat.

Edukasi di Sekolah Alam Lampung Bukan Tanda Ada Kasus

Publikasi resmi dinas menyebut fokus kegiatan dan tanggal pelaksanaannya, tanpa laporan adanya kasus rabies di lingkungan sekolah. Kegiatan itu tidak dapat dijadikan dasar menyimpulkan penularan di sekolah atau lonjakan kasus rabies di Lampung.

Nilai edukasi terletak pada kesiapan keluarga menghadapi risiko. Menyayangi hewan dan melindungi anak dapat berjalan bersama melalui perawatan yang bertanggung jawab, pengetahuan pencegahan, serta tindakan cepat saat paparan terjadi.

Kementerian Kesehatan menyatakan kematian akibat rabies dapat dicegah melalui penanganan paparan yang tepat dan sesegera mungkin, termasuk pencucian luka serta pemberian vaksin atau serum antirabies sesuai indikasi.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radartvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks