Pencarian

Kapolres Inhil Bermalam di Lokasi Karhutla Sungai Rukam, Pastikan Bara Gambut Padam Total

Minggu, 30 Agustus 2026 • 17:19:01 WIB
Kapolres Inhil Bermalam di Lokasi Karhutla Sungai Rukam, Pastikan Bara Gambut Padam Total
Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto bermalam di lokasi karhutla Sungai Rukam untuk memastikan pendinginan lahan gambut berjalan maksimal.

LAMPUNG — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berubah menjadi operasi siaga penuh. Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto memilih bermalam di lokasi bersama ratusan personel gabungan untuk memastikan tidak ada lagi bara tersembunyi di dalam tanah gambut yang berpotensi memicu api kembali.

Kebakaran yang melanda lahan seluas 10 hektare di Desa Sungai Rukam itu terdeteksi sejak 27 Agustus 2026. Hingga hari ini, tim gabungan yang terdiri dari Polres Inhil, TNI, BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih terus melakukan pendinginan di titik-titik rawan.

Ancaman Bara di Kedalaman Tanah Gambut

Medan gambut yang tebal menjadi tantangan terbesar dalam operasi ini. Api di permukaan memang bisa padam, tetapi bara di lapisan bawah tanah berpotensi menyala kembali sewaktu-waktu jika tidak didinginkan secara menyeluruh.

"Kami bermalam di lokasi untuk memastikan pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal. Di lahan gambut, api permukaan bisa saja padam, tetapi bara di dalam tanah masih menyala. Prinsip kita jelas: pantang pulang sebelum api benar-benar padam," tegas Donny Eko Listianto.

Kendala Akses dan Sumber Air di Tengah Kemarau

Operasi pemadaman tidak berjalan mulus. Personel dihadapkan pada medan sulit yang memperlambat pergerakan armada menuju titik api. Keterbatasan sumber air di tengah kemarau panjang memaksa petugas memanfaatkan embung darurat dan parit kanal di sekitar lokasi sebagai pemasok utama.

Siang dan malam, personel bergantian menjaga stamina. Saat malam tiba, sebagian petugas beristirahat sejenak dengan beratapkan langit dan beralaskan tanah sebelum kembali bertugas. Kondisi ini ditempuh demi memastikan api tidak menjalar ke perkebunan warga dan kawasan hutan di sekitarnya.

Penyekatan dan Optimalisasi Armada Darat

Untuk mencegah meluasnya kebakaran, petugas menyisir area perbatasan dan membangun sekat kanal. Dukungan armada darat serta mesin pompa portabel terus dioptimalkan agar proses pembasahan lahan gambut berjalan efektif.

Perlahan, api yang membakar lahan seluas 10 hektare mulai dapat dikendalikan. Namun, tim gabungan masih bersiaga penuh hingga proses pendinginan dinyatakan tuntas dan wilayah Desa Sungai Rukam terbebas dari ancaman asap.

"Alhamdulillah, api dapat kita kendalikan dan padamkan. Ini bukan keberhasilan satu pihak, tetapi hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh tim yang terlibat," pungkas Donny.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks