Pencarian

5.000 Pramuka di Jamnas XII Belajar Sawit hingga Biodiesel B50

Jumat, 28 Agustus 2026 • 22:04:01 WIB
5.000 Pramuka di Jamnas XII Belajar Sawit hingga Biodiesel B50
Ribuan Pramuka Penggalang mengikuti edukasi pengolahan kelapa sawit menjadi biodiesel B50 di Kampung Teknologi Seni Budaya pada Jambore Nasional XII di Lampung.

LAMPUNG — Di tengah hiruk-pikuk perkemahan Jambore Nasional XII, sebuah zona khusus bernama Kampung Teknologi Seni Budaya (TSB) menjadi pusat perhatian. Di sana, ribuan Pramuka Penggalang tidak hanya belajar tali-temali, tetapi juga diajak memahami bagaimana kelapa sawit diolah menjadi bahan bakar kendaraan.

APROBI membuka Balai Sahabat Biodiesel di Zona Teknologi Energi Terbarukan dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Materi yang disampaikan mencakup program mandatori biodiesel hingga B50, peran sawit sebagai bahan baku, hingga kontribusinya terhadap devisa negara.

Pramuka Jadi Duta Energi Terbarukan

Wakil Ketua Umum APROBI Catra de Thouars mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan kepramukaan nasional sudah berlangsung sejak Jambore Nasional X pada 2016. Menurut dia, Pramuka adalah kelompok strategis untuk menyebarkan pemahaman tentang sawit dan biodiesel kepada masyarakat luas.

"Kami ingin menyampaikan manfaat sawit yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari serta informasi bahwa sawit merupakan aset sumber daya alam penyumbang devisa terbesar untuk negara kita sehingga harus kita berbangga dan menjaganya dari berbagai informasi negatif," ujar Catra dalam keterangan tertulis.

Setiap sesi edukasi berlangsung sekitar 90 menit dengan 250 peserta per sesi. Materi dipandu oleh tutor dari Kwarda DKI Jakarta serta melibatkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN).

Sawit Bukan Sekadar Minyak Goreng

Ahmad Ramasaputra, Pramuka Penggalang dari Kwarcab Indragiri Hilir Kwarda Riau, mengaku wawasannya terbuka setelah mengikuti sesi ini. Ia selama ini mengira sawit hanya untuk kebutuhan dapur.

"Jadi penggunaan sawit ini tidak hanya untuk minyak goreng melainkan sangat dibutuhkan bagi kebutuhan bahan bakar kendaraan masyarakat melalui biodiesel sawit," ujarnya.

Hal senada disampaikan Artan Afrizal Zahran dari Kwarcab Nganjuk Kwarda Jawa Timur. Ia menilai informasi mengenai produk turunan sawit penting diketahui generasi muda agar pemahaman tentang komoditas ini tidak keliru.

Biodiesel B50 dan Masa Depan Energi Nasional

Indonesia saat ini tengah menggenjot penerapan mandatori biodiesel hingga B50, campuran 50 persen minyak sawit dalam bahan bakar solar. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pengurangan impor BBM dan penguatan pasar sawit domestik.

Jamnas XII 2026 sendiri diikuti sekitar 25.000 Pramuka Penggalang berusia 11–15 tahun dari berbagai daerah, termasuk kontingen luar negeri dan peserta berkebutuhan khusus. Event yang dibuka pada 14 Agustus 2026 ini menjadi ajang strategis bagi APROBI untuk menanamkan pemahaman energi terbarukan sejak dini.

Dengan produksi sawit nasional yang melimpah, pengenalan tentang hilirisasi komoditas ini kepada generasi muda menjadi langkah penting. Mereka kelak akan menjadi penerus yang menentukan arah kebijakan energi nasional.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks