Pencarian

KKN UIN Raden Intan Lampung Latih Warga Kuripan Budidaya Lele dan Kangkung Pakai Galon Bekas

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:55:31 WIB
KKN UIN Raden Intan Lampung Latih Warga Kuripan Budidaya Lele dan Kangkung Pakai Galon Bekas
Mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung memperagakan perakitan galon bekas sebagai media akuaponik untuk budidaya kangkung dan lele di Kelurahan Kuripan, Bandar Lampung, Kamis (20/8/2026).

BANDAR LAMPUNG — Limbah galon bekas yang kerap menumpuk di rumah tangga kini disulap menjadi media budidaya ikan dan sayuran oleh mahasiswa KKN. Kelompok 60 UIN Raden Intan Lampung mengajak warga RT 01 dan RT 02 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, merakit sistem akuaponik sederhana yang memadukan budidaya kangkung dan ikan lele dalam satu wadah.

Pelatihan yang berlangsung Kamis (20/8/2026) ini melibatkan perangkat kelurahan, kepala lingkungan, ketua RT setempat, serta warga yang hadir antusias. Metode yang diajarkan terbilang praktis: galon bekas dipotong dan dirakit menjadi dua bagian, dengan wadah tanam kangkung di atas dan penampungan bibit lele di bawah.

Solusi Pangan di Lahan Sempit

Apria Rinaldi, Koordinator Kelompok 60 UIN RIL, menyebut inisiatif ini lahir dari persoalan lahan yang kerap menjadi kendala warga perkotaan. Dengan sistem akuaponik, pekarangan rumah yang sempit pun bisa dimanfaatkan untuk dua komoditas sekaligus.

"Melalui kegiatan akuaponik ini, kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa barang sederhana seperti galon bekas masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna," ujarnya.

Ia menambahkan, target program ini bukan sekadar pelatihan sekali jalan. Mahasiswa berharap warga mampu mengembangkan sendiri teknik budidaya tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

Praktik Langsung dan Perawatan Harian

Dalam sesi pelatihan, mahasiswa tidak hanya memberi teori. Warga dipandu langsung mulai dari pembersihan galon, pemotongan sesuai ukuran media, hingga perakitan wadah tanam di bagian atas dan pengisian air untuk bibit lele di bagian bawah.

Setelah seluruh komponen terintegrasi, peserta mendapat pemaparan soal teknik perawatan harian. Mulai dari pengelolaan air, pemberian pakan ikan, hingga memastikan kangkung mendapat nutrisi dari kotoran ikan yang mengalir dalam satu siklus.

Apresiasi Pemerintah Kelurahan

Lurah Kuripan, Abu Roni, S.H., menilai program ini relevan dengan kebutuhan warganya. Menurut dia, pemanfaatan barang bekas untuk budidaya pangan merupakan contoh nyata solusi kreatif di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

"Kami sangat mendukung kegiatan mahasiswa KKN yang dilaksanakan di Kelurahan Kuripan. Akuaponik sederhana seperti ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat bahwa dengan memanfaatkan barang yang ada di sekitar, kita tetap bisa melakukan kegiatan budidaya ikan dan tanaman meskipun dengan lahan yang terbatas," ungkap Abu Roni.

Hal senada disampaikan Kepala Lingkungan Kuripan, Suherman. Ia berharap warga tidak berhenti pada pelatihan ini dan mampu meneruskan sistem akuaponik secara mandiri setelah masa KKN berakhir.

Dukungan Ketua RT dan Harapan Keberlanjutan

Ketua RT 01, Pak Dali, mengapresiasi pengenalan teknologi tepat guna yang dinilainya ramah lingkungan. Sementara itu, Ketua RT 02, Pak Makmur, berterima kasih atas kepedulian mahasiswa yang memberi inspirasi praktis bagi warganya untuk mengolah limbah galon di rumah masing-masing.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 60 UIN Raden Intan Lampung berharap Kelurahan Kuripan memiliki ketahanan pangan skala rumah tangga yang kuat. Kemandirian warga dalam memproduksi kebutuhan pangan sendiri menjadi kunci menghadapi fluktuasi harga dan keterbatasan akses.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: web.lintaslampung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks