BANDARLAMPUNG — Perum Bulog mencatat realisasi penyaluran bantuan pangan beras di Provinsi Lampung mencapai 37.277 ton. Angka tersebut tersalurkan kepada 1.242.582 penerima manfaat yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Joko Widodo. Bantuan diberikan untuk periode tiga bulan berjalan, yakni Juli, Agustus, dan September 2024.
Jatah 10 Kilogram per Bulan untuk Setiap Keluarga
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan alokasi beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Dengan skema penyaluran tiga bulan sekaligus, masing-masing penerima menerima total 30 kilogram beras dalam satu waktu.
"Ini adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang tidak mampu, dengan memberikan bantuan pangan berupa beras langsung untuk tiga bulan," ujar Rizal di Lampung Tengah, Rabu.
Kunjungan Menteri Pertanian ke Lampung Tengah
Peninjauan distribusi bantuan pangan ini dilakukan bersamaan dengan kunjungan Menteri Pertanian ke Kampung Mekar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah. Pada titik tersebut, Bulog menyalurkan 17,43 ton beras kepada 581 penerima manfaat.
Secara keseluruhan, Kabupaten Lampung Tengah mendapat jatah alokasi terbesar di antara kabupaten/kota lain di Lampung. Wilayah ini menerima 5.620 ton beras bantuan pangan yang didistribusikan kepada 187.359 keluarga penerima.
Hadiah Kemerdekaan untuk Warga Menengah ke Bawah
Rizal menambahkan, penyaluran bantuan beras yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diharapkan meringankan beban ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Bantuan pangan beras menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Dengan total penerima manfaat nasional mencapai 33,2 juta jiwa, program ini menjadi salah satu skema bansos terbesar yang digulirkan pemerintah pusat melalui Bulog.