Pencarian

PLN Bangun Jaringan Listrik 1 Kilometer untuk Sawah Modern di Lampung Tengah, Produktivitas Padi Tembus 11,4 Ton per Hektare

Senin, 24 Agustus 2026 • 08:21:02 WIB
PLN Bangun Jaringan Listrik 1 Kilometer untuk Sawah Modern di Lampung Tengah, Produktivitas Padi Tembus 11,4 Ton per Hektare
Petugas PLN memeriksa jaringan listrik sepanjang satu kilometer yang dibangun untuk mengoperasikan pompa air di sawah modern seluas 100 hektare di Kampung Rama Nirwana, Seputih Raman, Lampung Tengah.

LAMPUNG TENGAH — Pemanfaatan listrik untuk sistem irigasi perpompaan terbukti menopang keberhasilan panen raya percontohan Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kampung Rama Nirwana, Seputih Raman. Dari lahan seluas 100 hektare, produktivitas padi tercatat mencapai 11,4 ton per hektare, menunjukkan efisiensi signifikan dibandingkan metode konvensional.

Kehadiran infrastruktur kelistrikan ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan, terutama saat curah hujan menurun atau memasuki musim kemarau. PLN UID Lampung membangun jaringan khusus sepanjang satu kilometer untuk mengoperasikan pompa air di kawasan tersebut.

Gubernur: Inovasi Teknologi Terbukti Dongkrak Produktivitas

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi hasil panen pilot project PM-AAS yang dinilainya luar biasa. Ia menegaskan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa adopsi teknologi pertanian mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

"Alhamdulillah, panen pilot project PM-AAS di Lampung ini menunjukkan hasil yang luar biasa, mencapai 11,4 ton perhektare. Ini membuktikan, inovasi dan teknologi pertanian dapat meningkatkan produktivitas, jadi ke depan, kami akan terus mendorong penerapan teknologi ini, agar semakin banyak petani mendapatkan manfaat dan kesejahteraannya meningkat," kata Rahmat Mirzani Djausal.

Pompa Listrik Lebih Hemat Dibanding Bahan Bakar Minyak

General Manajer PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, menjelaskan bahwa listrik kini menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian. Energi listrik tidak hanya digunakan untuk sistem pengairan, tetapi juga mendukung pengolahan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga proses pascapanen.

"Dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, pompa listrik lebih hemat dan efisien, serta dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis sehingga memudahkan petani," sebut Noer Soeratmoko.

Pemetaan Wilayah Butuh Listrik untuk Optimalkan Pompa

Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus Ketua Program Listrik Masuk Sawah, Hermansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama PLN dan dinas pertanian akan memetakan wilayah yang membutuhkan akses listrik. Langkah ini bertujuan agar bantuan pompa dari Kementerian Pertanian RI dapat digunakan secara lebih optimal, terutama saat musim kemarau.

"Kami bersama PLN dan dinas pertanian, juga akan memetakan wilayah yang membutuhkan akses listrik, agar pompa dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama saat musim kemarau," ungkap Hermansyah.

Elektrifikasi Sawah Tersebar di 73 Lokasi Irigasi hingga 154 Titik Listrik Masuk Sawah

Sejauh ini, PLN UID Lampung telah mendukung elektrifikasi di 73 lokasi rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah dan 131 lokasi optimalisasi lahan nonrawa. Selain itu, dukungan juga menjangkau 794 lokasi smart farming persawahan di Lampung Selatan serta 154 lokasi Program Listrik Masuk Sawah di Pringsewu.

Seluruh lokasi tersebut telah memperoleh pasokan listrik PLN. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya, pemanfaatan listrik di sektor pertanian diharapkan dapat memperluas penerapan teknologi, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan memperkuat ketahanan pangan di Lampung.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lampungpro.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks