LAMPUNG — Antusiasme tinggi tersebut dinilai sebagai sinyal kuat besarnya kebutuhan pendampingan teknis dan manajemen keuangan di kalangan pengusaha perempuan. Para pendaftar berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusra, hingga Maluku dengan latar usaha yang beragam, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan daur ulang sampah plastik.
Program Gratis untuk Jawab Tantangan Bisnis Berkelanjutan
Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye #GROWwithRupiahCepat yang dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pelaku UMKM perempuan. Ia menekankan bahwa pengembangan kapasitas tidak hanya soal modal, tetapi juga kemampuan mengelola usaha secara berkelanjutan.
“Kami sangat senang dengan antusiasme para pelaku UMKM perempuan dan berharap program ini bisa memberikan manfaat dan menjadi jawaban bagi pengembangan kapasitas dan eksistensi pelaku UMKM kita,” ujarnya dalam siaran resmi yang diterima redaksi.
Para peserta terpilih nantinya akan mengikuti serangkaian pelatihan intensif tanpa dipungut biaya. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan usaha, pemasaran digital, literasi keuangan, pengembangan produk, hingga penyusunan rencana bisnis.
Dari Pelatihan hingga Akses Bantuan Permodalan
Selain pendampingan teknis, program ini juga menjembatani peserta dengan skema bantuan permodalan. Langkah ini menjadi pembeda utama karena tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membuka akses terhadap sumber pendanaan bagi usaha mikro.
RupiahCepat mencatat, bidang usaha kerajinan berbasis pemanfaatan sampah plastik menjadi salah satu sektor yang paling menarik perhatian pendaftar. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pola pikir pengusaha perempuan menuju ekonomi sirkular dan produk bernilai tambah.
Dengan jumlah pendaftar yang melebihi target, seleksi peserta akan dilakukan secara ketat. RupiahCepat diharapkan mampu memilih kandidat dengan potensi pertumbuhan usaha tertinggi agar dampak program dapat dirasakan secara optimal.
Bagi pelaku UMKM perempuan yang belum sempat mendaftar, inisiatif serupa berpeluang kembali digelar mengingat tingginya minat dari berbagai daerah. Ke depan, perluasan jangkauan program menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem usaha mikro yang digerakkan oleh perempuan di Indonesia.