LAMPUNG — Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers daring, Sabtu (15/8/2026). "Terkait info gempa susulan karena sampai saat ini sendiri sudah terjadi 37 gempa susulan," ujarnya. Angka ini merupakan akumulasi pantauan hanya dalam rentang waktu dua jam pasca-gempa utama, dan dipastikan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Aktivitas Seismik Diprediksi Berlanjut, Kekuatan Berfluktuasi
Direktur Informasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan institusinya akan terus memantau pergerakan lempeng tektonik di wilayah tersebut secara real-time. "Jadi tadi dengan data 2 jam saja kita sudah memonitor sekitar 37 gempa susulan. Tentunya ini masih data sangat awal sekali," ucap Wijayanto.
Dia memprediksi rangkaian getaran susulan ini berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. Meski magnitudonya cenderung mengecil, intensitasnya bisa berfluktuasi dan tetap berisiko merusak bangunan yang telah retak akibat guncangan utama.
Dampak Awal dan Imbauan Tanggap Darurat
Guncangan M7,7 yang berpusat di darat tersebut tidak hanya dirasakan kuat di Nagekeo, tetapi juga meluas hingga ke sejumlah kabupaten tetangga. Laporan awal menyebutkan dua orang meninggal dunia di Sikka, sementara gelombang tsunami terdeteksi menerjang wilayah pesisir Baubau dan Bulukumba.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang rusak dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Potensi gempa susulan terbuka lebar, meskipun kekuatannya akan mengecil. Untuk itu, masyarakat tetap waspada," kata Wijayanto mengingatkan warga agar selalu mengikuti arahan pemerintah daerah setempat.
Pemantauan Berkelanjutan dan Kesiapsiagaan Warga
Wijayanto menambahkan, pihaknya akan terus memperbarui data aktivitas kegempaan secara berkala melalui kanal resmi. Masyarakat diminta memastikan jalur evakuasi menuju tempat lebih tinggi dalam kondisi aman, khususnya bagi warga yang tinggal di lereng perbukitan dan tepian pantai.
Sampai berita ini diturunkan, tim tanggap darurat gabungan masih melakukan asesmen di lokasi terdampak untuk mendata kerusakan infrastruktur dan kebutuhan logistik korban.