Pencarian

Pemprov Lampung Targetkan 11 Ribu Hektare Kakao Tersambung Hilirisasi pada 2026, Fokus Peremajaan dan Perluasan Lahan

Jumat, 14 Agustus 2026 • 15:54:01 WIB
Pemprov Lampung Targetkan 11 Ribu Hektare Kakao Tersambung Hilirisasi pada 2026, Fokus Peremajaan dan Perluasan Lahan
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Desti Arisandi menyampaikan program pengembangan kakao seluas 11 ribu hektare di Bandarlampung, Kamis (14/8/2026).

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menggenjot pengembangan komoditas kakao seluas 11 ribu hektare pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk memperkuat hilirisasi perkebunan dan meningkatkan nilai tambah hasil bumi di tingkat lokal.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Desti Arisandi, menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mengoptimalkan potensi kakao yang dimiliki daerah. Menurutnya, Lampung merupakan salah satu wilayah dengan potensi kakao yang cukup besar di Indonesia.

“Saat ini pemerintah sedang fokus melakukan hilirisasi komoditas, dan salah satunya dari komoditas kakao karena Provinsi Lampung merupakan daerah yang memiliki potensi kakao cukup banyak,” ujar Desti di Bandarlampung, Kamis (14/8/2026).

Peremajaan dan Perluasan Jadi Kunci Utama

Program pengembangan kakao tahun ini terbagi dalam dua kegiatan utama. Pertama, peremajaan tanaman yang menyasar daerah sentra produksi, dan kedua, perluasan areal tanam di lahan-lahan baru yang dinilai potensial.

Untuk perluasan areal, pemerintah mengalokasikan lahan seluas 1.500 hektare di Kabupaten Mesuji dan 1.000 hektare di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sementara itu, kegiatan peremajaan tanaman kakao menyasar sejumlah kabupaten, di antaranya Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, serta Tulang Bawang Barat.

Bantuan Bibit Kementan Capai Rp 9,88 Miliar

Selain program pengembangan yang dibiayai daerah, Lampung juga menerima suntikan bantuan bibit perkebunan khusus komoditas kakao dari Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut dialokasikan untuk areal seluas 7.450 hektare dengan total nilai mencapai Rp 9,88 miliar.

Dari total alokasi bantuan tersebut, sekitar 6.350 hektare diperuntukkan bagi kegiatan peremajaan tanaman. Lahan ini tersebar di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Timur, Pesawaran, dan Pringsewu.

Sedangkan 1.100 hektare lainnya dialokasikan untuk perluasan areal tanam kakao yang berlokasi di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur.

Target: Produksi Naik, Rantai Hilirisasi Menguat

Pemerintah berharap program ini tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi biji kakao di tingkat petani. Lebih dari itu, pengembangan areal tanam dan peremajaan tanaman ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pengolahan hasil perkebunan di Lampung.

Desti menambahkan, hilirisasi yang berjalan baik akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha lokal. Nilai tambah dari pengolahan kakao diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di daerah sentra produksi.

“Harapannya melalui program pengembangan kakao ini, produksi makin bertambah serta hilirisasi komoditas kakao Lampung dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lidik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks