BANDAR LAMPUNG — Angka kunjungan wisatawan ke Lampung pada 2025 menembus 24,7 juta orang, meningkat lebih dari separuh dibandingkan tahun sebelumnya. Perputaran uang dari sektor ini mencapai Rp53,11 triliun, dengan rata-rata pengeluaran Rp2,15 juta per wisatawan.
Mengapa Lomba Lari Jadi Andalan Baru Pariwisata Lampung?
Alih-alih hanya mengandalkan pemandangan alam, Pemprov Lampung kini menggencarkan wisata olahraga atau sport tourism. Ajang lari berskala nasional yang digelar di beberapa titik di Lampung terbukti menjadi magnet bagi peserta dari luar daerah.
“Para peserta biasanya tidak datang sendirian. Mereka membawa pendamping dan memanfaatkan momen itu untuk berwisata. Efeknya luar biasa bagi okupansi hotel dan sektor kuliner,” ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Jumat (19/6/2026).
Strategi ini memastikan wisatawan memiliki alasan konkret untuk datang, bukan sekadar liburan tanpa agenda.
Festival Seni dan Industri Kreatif: Lebih dari 3.000 UMKM Kebagian Dampak
Selain olahraga, festival seni yang menampilkan tradisi lokal juga digelar secara berkala. Pemerintah menyebut bahwa setiap event menghasilkan efek berganda yang langsung dirasakan oleh pelaku UMKM di bidang kuliner, kerajinan, dan transportasi.
Data mencatat lebih dari 3.000 UMKM lokal merasakan dampak positif dari aktivitas pariwisata ini. Peningkatan jumlah usaha kecil tersebut menjadi indikator bahwa pariwisata berfungsi sebagai instrumen pemerataan ekonomi di Lampung.
“Kami terus memperkuat promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Jihan.
Berapa Kontribusi Rata-rata Setiap Wisatawan ke Ekonomi Lokal?
Dengan rata-rata pengeluaran Rp2,15 juta per orang, uang yang dibelanjakan wisatawan mengalir langsung ke hotel, rumah makan, oleh-oleh, hingga jasa transportasi. Pola belanja ini dinilai lebih efektif dibandingkan model pariwisata massal yang hanya menguntungkan segelintir pelaku usaha besar.
Pemprov optimistis kolaborasi antara seni, budaya, dan olahraga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Lampung ke depannya.