BANDAR LAMPUNG — Angka putus sekolah di tingkat SMA masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan, kondisi ekonomi yang sulit memaksa banyak ijazah SMA tertahan di sekolah karena siswa tak mampu melunasi biaya pendidikan.
Di awal masa jabatannya, Gubernur Mirza mengambil langkah dengan membebaskan ribuan ijazah yang tertahan. Namun, dampak dari masalah ekonomi ini terus berlanjut hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Lampung dinilai masih jauh dari harapan, sementara sebagian masyarakat terpaksa bekerja ke luar daerah hingga luar negeri.
Target 9.000 Bangku Kuliah per Tahun
Gubernur Mirza optimistis momentum membaiknya harga komoditas pertanian saat ini bisa meningkatkan kemampuan petani untuk menyekolahkan anak mereka ke perguruan tinggi. “Kami akan fokus menaikkan angka harapan sekolah. Target kita adalah 9.000 bangku (kuliah) per tahun,” ujarnya.
Melalui kenaikan APK, pertumbuhan IPM diharapkan merangkak naik secara signifikan. Gubernur meyakini hal ini akan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan secara masif di Lampung.
Skema KIPDA: Potongan 50 Persen dari PTS
Menanggapi target tersebut, Ketua APTISI Lampung Firmansyah menawarkan solusi konkret berupa skema KIPDA. Dalam kolaborasi ini, pihak yayasan PTS siap memberikan bantuan potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen. Sementara 50 persen sisanya diharapkan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
Skema ini diproyeksikan mampu mendongkrak APK Lampung secara drastis hingga mencapai 10 persen. Namun, usulan ini dinilai masih memerlukan formula yang matang sebelum bisa dijalankan.
Regulasi dan Anggaran Masih Perlu Dikaji
Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Nyoto Suseno, serta Ketua Yayasan Mitra, Andi Surya, menyatakan bahwa regulasi, strategi pelaksanaan, serta anggaran biaya kuliah yang berbeda-beda di tiap PTS perlu dikaji lebih lanjut. Setiap kampus memiliki struktur biaya yang tidak seragam, sehingga skema potongan 50 persen harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing yayasan.
Mewakili anggota APTISI lainnya, Firmansyah juga menyatakan kesiapan PTS untuk berkontribusi dalam pembangunan kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, sebagai pusat pendidikan baru.
10 PTS Siap Ambil Bagian
Sejumlah perguruan tinggi swasta di Lampung telah menyatakan kesiapan untuk ambil bagian dalam program ini. Mereka antara lain Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Mitra Lampung, Universitas Tulang Bawang, Universitas Dharma Wacana, Universitas Indonesia Mandiri, Universitas Teknokrat Indonesia, IIB Darmajaya, Institut Prasetiya Mandiri, ITS Nahdlatul Ulama, dan STKIP PGRI.