GORONTALO — Lampung mengungguli dua provinsi lain dalam perebutan tuan rumah Penas Petani Nelayan edisi ke-18. Dalam proses pemungutan suara yang diikuti peserta KTNA, Lampung memperoleh 29 suara, unggul jauh dari Sumatera Utara yang meraih lima suara dan Sulawesi Tengah dengan satu suara.
Pertanian sebagai Tulang Punggung Ekonomi Lampung
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, sektor pertanian merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurut data yang dipaparkan, lebih dari dua juta kepala keluarga di Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan.
"Pertanian tulang punggung perekonomian Lampung, karena lebih dari dua juta kepala keluarga di Lampung, menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan," tegas Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri acara di Gorontalo, Jumat (19/6/2026).
Produksi Padi Lampung Capai 3,2 Juta Ton
Gubernur memaparkan, produksi padi Lampung saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun. Angka itu menempatkan Lampung di peringkat keenam nasional. Dibandingkan tahun sebelumnya, produksi padi meningkat sekitar 500.000 ton, seiring peningkatan indeks pertanaman dan dukungan kebijakan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian.
Dari sekitar 9,5 juta penduduk Lampung yang tersebar di 15 kabupaten/kota dan 225 kecamatan, sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian dan turunannya.
Keunggulan Geografis Dekat dengan Pasar Jawa
Menurut Gubernur Mirza, letak geografis Lampung yang berada di ujung selatan Pulau Sumatera memberikan keuntungan tersendiri. Wilayah ini dekat dengan pasar utama nasional, khususnya Pulau Jawa.
Kondisi tersebut, kata dia, mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan daya saing produk petani Lampung. Oleh karena itu, Gubernur Lampung pun siap menjadikan Penas di tahun 2029 sebagai ajang memperlihatkan kekuatan dan kemajuan pertanian Lampung kepada seluruh Indonesia.