Pencarian

PDRB Lampung Tembus Rp 523,8 Triliun di 2025, Gubernur Mirza Dorong Pelaku Usaha Patuh Pajak Demi Percepatan Pembangunan

Rabu, 17 Juni 2026 • 00:15:02 WIB
PDRB Lampung Tembus Rp 523,8 Triliun di 2025, Gubernur Mirza Dorong Pelaku Usaha Patuh Pajak Demi Percepatan Pembangunan
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pelaku usaha patuh pajak untuk percepatan pembangunan daerah.

BANDAR LAMPUNG — Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung pada 2025 tercatat sebesar Rp 523,8 triliun, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 480 triliun. Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen itu berada di atas rata-rata nasional, menandakan aktivitas ekonomi di provinsi tersebut bergerak produktif.

“Pajak yang dibayarkan di Lampung akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan. Karena itu kami berharap para pelaku usaha yang tumbuh dan berkembang di Lampung juga memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah ini,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di hadapan jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta ratusan wajib pajak dan pelaku usaha yang hadir dalam forum tersebut.

Struktur Ekonomi Ditopang Tiga Sektor Utama

Gubernur yang akrab disapa Mirza itu memaparkan, struktur ekonomi Lampung saat ini ditopang oleh tiga sektor utama. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi mencapai 26,90 persen terhadap PDRB, atau setara dengan nilai ekonomi sekitar Rp 150 triliun.

Sektor industri pengolahan menyumbang 19,11 persen, didorong oleh aktivitas pengolahan hasil pertanian dan perkebunan yang memperkuat nilai tambah ekonomi daerah. Sementara itu, sektor perdagangan berkontribusi sekitar 12 persen, menunjukkan tingginya perputaran ekonomi di wilayah tersebut.

Komoditas Unggulan dan Daya Beli Masyarakat yang Menguat

Lampung merupakan sentra utama produksi ubi kayu nasional dengan capaian sekitar 7,5 juta ton, atau 70 persen dari total produksi Indonesia. Di sektor pangan, produksi padi mencapai 3,25 juta ton pada 2025, meningkat sekitar 500 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas jagung juga menunjukkan potensi besar dengan produksi sekitar 1,25 juta ton.

Selain itu, Lampung unggul dalam komoditas nanas, pisang, lada, tebu, kopi, karet, kakao, kelapa sawit, dan berbagai subsektor peternakan. Gubernur menambahkan, indikator positif juga terlihat dari peningkatan pembelian kendaraan bermotor baru yang mencapai sekitar 29 persen, menandakan daya beli masyarakat terus menguat.

Tantangan Kemiskinan dan Kualitas SDM Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Meski mencatat pertumbuhan ekonomi yang baik, Gubernur Mirza mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Tingkat kemiskinan di Lampung masih berada di atas rata-rata nasional, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan guna memperbaiki daya saing masyarakat. Pembangunan infrastruktur juga masih membutuhkan dukungan pembiayaan yang besar, sehingga optimalisasi penerimaan daerah dan peningkatan kepatuhan perpajakan menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan.

Menurut Gubernur, posisi geografis Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera memberikan keuntungan strategis dalam mendorong perdagangan dan investasi. Dukungan infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Panjang, dan Pelabuhan Bakauheni turut memperkuat konektivitas dan distribusi barang.

“Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan,” tegas Gubernur Mirza, sembari mengapresiasi tren peningkatan kepatuhan wajib pajak di Lampung yang dinilai mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pajak bagi pembangunan.

Bagikan
Sumber: web.lintaslampung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks