LAMPUNG — Gempa utama terjadi pukul 10.27 WIB dengan pusat di 42 kilometer tenggara Palu pada kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, meski guncangan terasa kuat hingga skala VI-VII MMI di Kota Palu.
Rincian Gempa Susulan dan Imbauan Warga
Hingga pukul 13.38 WITA, BPBD Sulteng mencatat puluhan gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. Satu kali gempa berkekuatan magnitudo 5, sepuluh kali magnitudo 4, 31 kali magnitudo 3, dan empat kali magnitudo 2.
"Jumlah gempa bumi susulan 42 kali. Update pukul 13.38 WITA," kata Asbudianto. Ia menambahkan, masyarakat diminta tidak panik namun tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih berlangsung.
BMKG: Gempa Dangkal Akibat Sesar Aktif
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa ini dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah Sulawesi Tengah. Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun atau normal fault.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujarnya. Gempa dangkal cenderung menimbulkan guncangan lebih kuat di permukaan, yang terbukti dari laporan kerusakan awal di wilayah terdampak.
Guncangan Terasa Hingga Gorontalo
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan BMKG, getaran dirasakan pada skala V-VI MMI di Kabupaten Sigi. Guncangan juga menjangkau sejumlah daerah lain seperti Mamuju, Mamasa, Pasangkayu, Polewali Mandar, Pinrang, Parepare, Pohuwato, hingga Gorontalo.
Hingga pukul 11.20 WIB, BMKG mencatat sembilan gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M5,1. Salah satu gempa susulan berkekuatan M5,2 terjadi pada pukul 11.14 WIB dengan pusat gempa sekitar 29 kilometer tenggara Palu pada kedalaman 10 kilometer.
Pemantauan Berlanjut, Masyarakat Diminta Waspada
BMKG memastikan akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa susulan pascagempa M6,7 tersebut. Data terbaru akan segera diinformasikan kepada pemangku kepentingan, media, dan masyarakat.
"BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa bumi susulan, dampak gempa bumi ini, serta segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat," kata Wijayanto.