LAMPUNG TENGAH — Mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk menjinakkan api di Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, justru mengalami mogok di tengah perjalanan menuju lokasi kejadian. Akibatnya, proses pemadaman sempat terhambat dan warga setempat turun tangan secara manual.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di wilayah perkampungan padat penduduk. Belum diketahui secara pasti penyebab api pertama kali muncul, namun warga sekitar langsung berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sebelum api membesar.
Warga dan Petugas Berjibaku dengan Peralatan Seadanya
Kepulan asap hitam membumbung tinggi saat api mulai melalap bangunan semi permanen di Kalirejo. Karena mobil damkar tak kunjung tiba, sejumlah warga berinisiatif memadamkan api menggunakan ember dan selang air dari sumur terdekat.
“Kami coba padamkan pakai air seadanya, soalnya takut merembet ke rumah lain,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Petugas dari pemadam kebakaran yang sempat terjebak di lokasi mogok akhirnya tiba dengan kendaraan lain setelah koordinasi darurat.
Kendala Operasional Jadi Sorotan
Insiden mogoknya mobil damkar ini menjadi sorotan warga. Mereka mempertanyakan kesiapan armada pemadam kebakaran di Lampung Tengah, terutama saat menghadapi situasi darurat. Sejumlah warga mengaku kecewa karena respons awal yang lambat.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkab Lampung Tengah atau dinas terkait mengenai penyebab mogoknya kendaraan operasional tersebut. Namun, peristiwa ini menambah daftar persoalan teknis yang kerap dihadapi petugas damkar di daerah.
Api Padam Setelah Satu Jam, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah sekitar satu jam perjuangan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Bangunan yang terbakar sebagian besar merupakan rumah tinggal dan satu unit warung.
Warga berharap Pemkab Lampung Tengah segera melakukan evaluasi terhadap kesiapan armada pemadam kebakaran. “Kami butuh mobil damkar yang siap pakai kapan saja, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” tambah seorang tokoh masyarakat Kalirejo.