LAMPUNG TENGAH — Presiden RI memimpin langsung Panen Raya TNI Tahun 2026 dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Sebanyak 43 titik di seluruh Indonesia, termasuk Kampung Rejo Basuki 7, Seputih Raman, Lampung Tengah, tersambung secara virtual. Di lokasi itu, Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki hadir mendampingi petani setempat.
Kegiatan ini mengintegrasikan panen tiga komoditas strategis. TNI AD mendampingi panen padi, TNI AL mengawal kedelai, dan TNI AU mendampingi tebu. Di Lampung, rangkaian acara juga dihadiri Gubernur Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten, Kapolda Lampung, Plt. Bupati Lampung Tengah, Danbrig 4 Marinir/BS, serta jajaran Forkopimda.
Sebelum Panen, Ratusan Paket Sembako Dibagikan ke Warga
Rangkaian acara dimulai dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat sekitar. Setelah foto bersama, seluruh peserta mengikuti panen raya nasional secara virtual bersama Presiden. Acara dilanjutkan dengan panen padi menggunakan mesin Combine Harvester di lahan yang telah didampingi TNI sejak masa pengolahan tanah.
Presiden Apresiasi Sinergi TNI-Polri-Pemda Dorong Swasembada Pangan
Dalam arahannya, Presiden RI memberikan apresiasi atas kolaborasi TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang dinilai berhasil memperkuat sektor pertanian. Presiden menegaskan, TNI dan Polri tidak hanya bertugas di bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir menyelesaikan persoalan strategis bangsa, termasuk ketahanan pangan.
Pemerintah berkomitmen menerapkan zero tolerance terhadap korupsi, penyelundupan, dan praktik ilegal di sektor pangan. Setelah swasembada pangan, target berikutnya adalah mempercepat swasembada energi dan air sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Data Produksi: Padi 19,2 Juta Ton, Kedelai 3.676 Ton, Gula 1,36 Juta Ton
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaporkan, pendampingan terpadu TNI berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan nasional. TNI AD mendampingi panen padi seluas 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau 55,24 persen dari target nasional.
Sementara itu, TNI AL mendampingi lahan kedelai seluas 2.432 hektare dengan produksi 3.676 ton. TNI AU mendampingi lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi mencapai 1,36 juta ton gula.
Danrem 043/Gatam: TNI Hadir dari Olah Lahan Hingga Panen
Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa Panen Raya TNI Tahun 2026 membuktikan kehadiran TNI di tengah masyarakat. Pendampingan dilakukan mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen.
"TNI akan terus mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat. Keberhasilan swasembada pangan hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat," tegas Danrem.
Panen Raya TNI Tahun 2026 menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus mendukung Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera.