BANDAR LAMPUNG — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lampung berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan pelajar dan organisasi masyarakat. Momentum ini dimanfaatkan Pemprov untuk menegaskan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai panduan dalam setiap kebijakan publik.
Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Lampung menyampaikan bahwa peringatan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan tahap konsolidasi pembangunan daerah pasca-pemilihan kepala daerah. "Kita harus menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun agar pembangunan di Lampung tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara sosial dan budaya," ujarnya.
Lampung dikenal sebagai salah satu provinsi dengan komposisi etnis yang beragam, mulai dari masyarakat asli Lampung, Jawa, Sunda, hingga keturunan Tionghoa dan Arab. Sekda menegaskan bahwa keberagaman ini bukanlah hambatan, melainkan modal sosial untuk mempercepat pembangunan.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat toleransi. Jangan sampai perbedaan suku atau agama justru memecah belah persatuan yang sudah terjalin puluhan tahun," imbuhnya dalam amanat yang dibacakan langsung.
Pemprov Lampung berencana memperkuat program sosialisasi Pancasila hingga tingkat kecamatan dan desa. Langkah ini menyasar generasi muda melalui kegiatan ekstrakurikuler dan forum-forum diskusi kebangsaan di sekolah menengah atas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, yang turut hadir dalam upacara, menyebut bahwa kurikulum muatan lokal akan diintegrasikan dengan nilai-nilai Pancasila. "Kami ingin pelajar tidak hanya hafal butir-butir Pancasila, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pergaulan sehari-hari," jelasnya.
Upacara berlangsung selama kurang lebih satu jam dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara. Tidak ada insiden berarti selama kegiatan berlangsung, dan protokol keamanan tetap diterapkan di sekitar lokasi.
Pemprov Lampung berharap peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar mendorong perubahan perilaku di tengah masyarakat. "Kebhinekaan harus dirawat setiap hari, bukan hanya setiap 1 Juni," tutup Sekda dalam pernyataan pers usai upacara.