Pencarian

Danantara Sumberdaya Indonesia Tak Sekadar Urus Ekspor, Pandu Sjahrir: Kami Juga Harus Cari Untung

Selasa, 26 Mei 2026 • 16:30:01 WIB
Danantara Sumberdaya Indonesia Tak Sekadar Urus Ekspor, Pandu Sjahrir: Kami Juga Harus Cari Untung
Pandu Patria Sjahrir menegaskan Danantara Sumberdaya Indonesia harus memiliki mentalitas mencari keuntungan.

LAMPUNG — Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan bahwa DSI harus memiliki mentalitas mencari keuntungan. Hal ini disampaikan dalam acara Investor Daily Roundtable di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

"Danantara Sumberdaya Indonesia dahulunya adalah karena the issue of under invoicing, the potential value transfer. Ini kami sering dengar, saya pribadi pun sering dengar waktu dulu juga di industri," jelas Pandu.

Dari Pengawas Ekspor Menjadi Mesin Bisnis

Pandu, yang juga mantan ketua asosiasi pengusaha batu bara selama hampir satu dekade, mengaku paham betul modus manipulasi harga di lapangan. "Di situ saya tahu juga, banyak yang baik, ada juga yang bandel. Dan bandelnya waktu pertama kali saya di asosiasi itu bisa dibilang 40%, tapi sekarang lebih baik," ujarnya.

Pemerintah sempat mempertimbangkan dua opsi untuk DSI: sebagai badan pemerintah biasa atau operator bisnis. Setelah diskusi panjang, opsi kedua yang dipilih. DSI resmi menjadi entitas bisnis sejajar dengan DIM yang sudah lebih dulu berorientasi profit.

Struktur Kepemilikan dan Target Profit

"Nah di dalam Danantara sendiri, it will be mindset-nya for profit. Balik kepada Danantara sebagai sovereign wealth fund. Memang ini tabungan buat generasi berikutnya. Jadi profit mentality itu tetap harus ada," tegas Pandu.

Struktur kepemilikan DSI terdiri dari 99% milik BPI Danantara dan 1% milik BP BUMN. Meski fokus pada profit, Pandu membuka peluang pengembangan usaha lain sesuai kompetensi SDM yang ada. "Karena kebetulan di bawah Danantara, namanya DSI, ide awalnya memang menjadi suatu perusahaan dan perusahaan BUMN yang memang harus profit, for profit," tutupnya.

Langkah ini menandai transformasi DSI dari sekadar pengawas ekspor komoditas seperti CPO, batu bara, dan ferro alloy menjadi pemain bisnis yang aktif mencari untung. Keputusan ini diharapkan mampu menekan kebocoran negara akibat praktik under invoicing yang selama ini merugikan penerimaan negara.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks