Pencarian

Pompa Air Dikerahkan ke Sawah Sarolangun, Menteri PU: Air Tumpuan Pembangunan Ekonomi

Rabu, 26 Agustus 2026 • 20:50:27 WIB
Pompa Air Dikerahkan ke Sawah Sarolangun, Menteri PU: Air Tumpuan Pembangunan Ekonomi
Pompa Air Dikerahkan ke Sawah Sarolangun, Menteri PU: Air Tumpuan Pembangunan Ekonomi

Jakarta – "Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim," ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, di sela penanganan kekeringan lahan pertanian di Desa Muara Limun, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Jambi, pemerintah mengerahkan pompa air untuk mengalirkan air dari Sungai Batang Asai ke area persawahan warga yang kekurangan air.

 

Operasi pemompaan dilakukan pada Minggu (23/8) mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Air dari Sungai Batang Asai yang berjarak sekitar 250 meter dari lahan pertanian itu dialirkan untuk mencukupi kebutuhan tanaman padi yang terancam gagal panen akibat kekeringan.

 

Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, debit dan ketersediaan air Sungai Batang Asai masih memadai untuk digunakan sebagai sumber irigasi melalui sistem pompa. Kondisi ini membuka peluang bagi pemerintah untuk melakukan intervensi cepat guna menjaga pasokan air di lahan pertanian milik masyarakat.

 

Menteri Dody menekankan bahwa ketersediaan air menjadi dasar utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, khususnya di sektor pertanian yang amat bergantung pada kepastian pasokan air.

 

Dalam aksinya, BWS Sumatera VI Jambi mengoperasikan 1 unit mesin pompa air irigasi yang dilengkapi dengan 1 set selang hisap dan 1 set selang buang. Layanan pemompaan ini menjangkau sekitar 5,10 hektare sawah dan memberi manfaat langsung kepada sekitar 15 petani yang tergabung dalam kelompok tani di desa tersebut.

 

Plt. Kepala BWS Sumatera VI Jambi, Ferdinanto, menambahkan bahwa langkah cepat ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi lahan pertanian dan menjaga produktivitas petani di tengah kekeringan.

 

“Kami mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia untuk menyelamatkan lahan pertanian masyarakat. Melalui pemompaan dari Sungai Batang Asai, kebutuhan air tanaman dapat dipenuhi sehingga tanaman padi tetap dapat tumbuh dan risiko gagal panen dapat ditekan,” kata Dody Hanggodo.

 

Proses pemompaan dan penyaluran air berjalan lancar tanpa kendala berarti. Untuk memastikan keberlanjutan layanan, pengaturan jadwal operasional pompa menjadi hal penting agar pemanfaatan air bisa optimal dan sesuai dengan kebutuhan tanaman serta petani setempat.

 

Di luar penanganan darurat, BWS Sumatera VI Jambi juga menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang untuk memperkuat ketahanan air di kawasan pertanian itu. Salah satunya dengan mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif yang dilengkapi sistem perpompaan.

 

Pembangunan sumber air alternatif dinilai krusial karena sawah di Desa Muara Limun masih sangat mengandalkan air hujan. Rencana ini bakal dikoordinasikan bersama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sarolangun agar penanganan kekeringan dapat berjalan lebih berkelanjutan.

 

Dengan langkah sigap ini, Kementerian PU terus memperkuat ketahanan air sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memastikan petani tetap bisa berproduksi dan mencegah lahan persawahan yang terdampak kekeringan alami gagal panen.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks