Pencarian

Warga Bumi Jawa Pasang Plang Protes Debu Proyek Jalan, Sebut Penyiraman Hanya Sekali Sehari

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 16:41:31 WIB
Warga Bumi Jawa Pasang Plang Protes Debu Proyek Jalan, Sebut Penyiraman Hanya Sekali Sehari
Warga memasang plang protes di sepanjang Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma, Lampung Timur, sebagai bentuk keluhan terhadap debu pengerjaan proyek, Sabtu (22/8/2026).

LAMPUNG TIMUR — Proses pengerjaan Ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma di Lampung Timur memicu keluhan warga setempat. Sejumlah plang protes terpasang di sepanjang ruas jalan sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap debu yang beterbangan, Sabtu (22/8/2026).

Debu terlihat membumbung setiap kali kendaraan melintasi badan jalan yang sedang dikerjakan. Kondisi ini dinilai warga semakin mengganggu kenyamanan, terutama bagi mereka yang rumahnya berada tepat di tepi ruas jalan yang tengah diperbaiki.

Penyiraman Jalan Dinilai Tak Lebih dari Sekadar Basahi Permukaan

MN, seorang warga Bumi Jawa, mengungkapkan bahwa pemasangan plang merupakan puncak kekesalan atas kondisi yang dialaminya setiap hari. Rumahnya yang berada persis di depan lokasi pengerjaan membuat ia menjadi pihak yang paling merasakan dampak debu.

"Ini sebagai bentuk protes saya. Di depan rumah saya sudah banyak debu. Jalan ini disiram hanya sekali sehari, jam 12 baru disiram. Itu pun air yang keluar seperti kencing kuda," ujar MN.

Menurut MN, volume air yang keluar saat penyiraman sangat minim sehingga tidak mampu membasahi permukaan jalan secara merata. Akibatnya, begitu jalan kembali kering dan dilintasi kendaraan, debu langsung beterbangan kembali ke lingkungan rumah warga.

Warga Minta Pelaksana Proyek Perhatikan Dampak Lingkungan

Keluhan serupa disampaikan YM. Ia menegaskan bahwa debu dari aktivitas pekerjaan membuat aktivitas sehari-hari warga di sekitar lokasi menjadi tidak nyaman.

"Debunya sangat mengganggu. Kita mendukung jalan ini diperbaiki, tetapi selama proses pengerjaan seperti ini masyarakat juga harus diperhatikan. Jangan sampai setiap hari harus menghirup debu," ungkap YM.

YM berharap penyiraman dilakukan lebih rutin dan menjangkau seluruh titik pengerjaan, bukan hanya sebagian ruas. Ia menilai frekuensi penyiraman perlu ditingkatkan, terutama saat kondisi jalan kering dan volume kendaraan meningkat.

Protes Bukan Penolakan Pembangunan

Warga menegaskan bahwa pemasangan plang tersebut bukan bentuk penolakan terhadap proyek perbaikan jalan. Masyarakat justru menginginkan pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai rencana, namun tetap memperhatikan kenyamanan warga sekitar.

Mereka berharap pihak pelaksana maupun pemerintah daerah segera mengevaluasi pola pengendalian debu di lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga mengenai debu dan pola penyiraman tersebut.

Follow lampungonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks