BANDAR LAMPUNG — Ratusan kader Nahdlatul Ulama (NU) asal Lampung mulai bergerak menuju gelanggang musyawarah nasional tertinggi organisasi. Sebanyak 100 delegasi resmi diberangkatkan ke arena Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (26/8/2026), setelah menjalani prosesi pelepasan yang dipimpin langsung oleh perwakilan Kapolda Lampung.
Kasub Intelkam Polda Lampung, Kompol Abdul Muthalib, S.H., melepas rombongan didampingi jajaran pimpinan wilayah syuriyah dan tanfidziyah PWNU Lampung. Keberangkatan kali ini bukan sekadar perjalanan dinas organisasi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral menjaga denyut organisasi di tingkat nasional.
Niat Lillahi Ta'ala: Pesan Kiai Ihya Sebelum Berangkat
Sebelum rombongan menaiki bus, Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung, Dr. KH. Ihya Ulumudin, M.Pd., menyampaikan wejangan khusus kepada para delegasi. Ia mengingatkan agar seluruh peserta memaknai kehadiran di muktamar sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar seremonial belaka.
"Niat rombongan murni lillahi ta'ala untuk berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama. Kehadiran kita di arena muktamar menjadi bukti keikhlasan serta kerelaan jiwa dan raga dalam membesarkan organisasi," tutur Kiai Ihya dalam sambutannya.
Perjalanan Darat 20 Jam: Target Tiba Tepat Waktu
Rombongan PWNU Lampung menempuh perjalanan darat menggunakan armada bus eksekutif. Estimasi waktu tempuh normal dari Bandar Lampung menuju Jawa Timur mencapai sekitar 20 jam, sehingga para peserta diproyeksikan tiba sebelum masa registrasi ulang dan pembukaan muktamar dimulai.
Kompol Abdul Muthalib, mewakili Kapolda Lampung, turut menyampaikan pesan keselamatan bagi seluruh kontingen. "Semoga perjalanan delegasi Muktamar ke-35 asal Lampung berjalan aman, lancar, dan seluruh rangkaian kegiatan muktamar dapat diikuti dengan penuh kegembiraan hingga selesai," ujarnya.
Komposisi Delegasi dan Penutup Acara
Kontingen Lampung tidak hanya diisi unsur pengurus inti. Rombongan terdiri atas perwakilan Rais Syuriyah, Tanfidziyah, Lazisnu, Lembaga Dakwah NU (LDNU), Gerakan Pemuda Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), tim media, serta tokoh pemuda dan perempuan NU.
Rangkaian acara pelepasan diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung, Prof. Dr. KH. Abdul Syukur. Doa bersama dipanjatkan untuk memohon kelancaran musyawarah akbar serta lahirnya kepemimpinan baru yang amanah bagi kemajuan umat dan bangsa.