LAMPUNG — Kementerian Perindustrian kembali memperpanjang program subsidi kendaraan listrik roda dua untuk 2026. Kebijakan ini menyasar pabrikan yang telah memenuhi ambang batas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40 persen, sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di pasar domestik.
Skema insentif diberikan dalam bentuk potongan harga langsung (discount on the spot) dari harga jual normal, bukan cashback yang dicairkan belakangan. Konsumen cukup memilih unit yang sudah terdaftar resmi untuk langsung menikmati harga subsidi di dealer.
Lima Pabrikan dengan Harga Paling Agresif
Selis dan Smoot menjadi dua merek dengan harga termurah setelah subsidi. Keduanya menyasar segmen pengguna yang butuh kendaraan harian dengan modal awal kecil.
- Selis E-Max Single Lithium — Rp 13.000.000 (setelah subsidi)
- Selis Agats — Rp 12.000.000 (setelah subsidi)
- Smoot Tempur — Rp 13.000.000 (setelah subsidi)
- Smoot Zuzu — Rp 16.000.000 (setelah subsidi)
Smoot menarik perhatian berkat ekosistem baterai yang bisa ditukar (swap battery). Pengguna tidak perlu menunggu charging berjam-jam, cukup singgah ke stasiun penukaran yang jaringannya terus diperluas di kota-kota besar.
Gesits dan United: Pilihan Motor Listrik Bergaya Bongsor
Gesits mempertahankan posisi sebagai pelopor motor listrik rakitan anak bangsa. Dua model yang lolos subsidi adalah G1 dengan harga Rp 25 juta dan Raya di angka Rp 24 juta. Keduanya mengusung komponen lokal yang mendominasi sistem penggerak hingga sasis.
United E-Motor membawa pendekatan berbeda lewat desain yang lebih maskulin. T1800 dibanderol Rp 27 juta, sementara TX1800 dipatok Rp 30 juta setelah subsidi. Konstruksi bodi solid dan fitur keselamatan modern menjadi nilai jual utama di kelasnya.
Alva: Kandidat Terkuat untuk Performa Harian
Alva menempatkan diri di segmen premium dengan dua model yang lolos seleksi. Alva One dijual Rp 33 juta dan Alva Cervo di angka Rp 39 juta setelah subsidi. Cervo dirancang dengan dimensi bodi yang mendekati skuter matik bongsor berbahan bakar bensin, menjadikannya pilihan menarik bagi pengendara yang ingin transisi tanpa mengorbankan ruang kaki.
Sebelum Membeli, Perhatikan Tiga Hal Ini
Pertama, pastikan jarak tempuh harianmu tidak melebihi kapasitas baterai. Kedua, cek ketersediaan stasiun pengisian atau penukaran baterai di sekitar rumah dan kantor. Ketiga, hitung biaya operasional jangka panjang — meski harga beli lebih tinggi, motor listrik unggul jauh dalam hal perawatan dan biaya listrik per kilometer dibandingkan BBM.
Program subsidi ini tidak hanya meringankan kantong konsumen, tetapi juga menstimulasi pertumbuhan industri manufaktur lokal. Setiap unit yang terjual berarti serapan komponen dalam negeri meningkat, memperkuat rantai pasok otomotif listrik nasional.